Detik-Detik Yang Menentukan Dalam Kisah Fiksi

May 28, 2025
fakta menarik

Arifin

Novel, cerita dalam film, disusun melalui riset. Maka sejumlah karya dapat menjadi referensi pula mengenai sesuatu hal. Sebut saja detik-detik yang bermakna tertentu. Hal tersebut dapat ditemui pada karya novel dari Ika Natassa dan film Ada Apa dengan Cinta?.

Pada novel Satine, adalah karakter Ash si penyuka lukisan yang mengungkap teori tujuh detik sebagai berikut:

Berapa lama seseorang harus memandangi lukisan untuk bisa mengerti maknanya? Dari pengamatan terhadap pengunjung museum, biasanya orang-orang menghabiskan rata-rata lima belas sampai tiga puluh detik di depan satu lukisan sebelum berpindah ke lukisan lain, waktu yang dinilai cukup untuk menggambarkan upaya seseorang untuk memahami. Menggambarkan usaha ya, bukan berarti cukup untuk benar-benar bisa mengerti. Dalam lingkungan dunia seni sendiri, konon ada semacam konsensus bahwa jika ada kolektor, kurator, kritikus, dan sejenisnya yang menatap lukisan di pameran atau museum sampai tujuh detik, itu tandanya karya itu pantas dilirik. Standarnya cukup tujuh detik.

Masih dari Ika Natassa, detik-detik yang menentukan itu termaktub dalam Critical Eleven. Novel ini bercerita tentang pertemuan antara Ale dan Anya yang berlangsung selama 11 menit di dalam pesawat. Pertemuan awal yang memantik romansa tersebut lalu identik dengan istilah terkenal dalam dunia penerbangan yang dinamai critical eleven atau sering juga disebut Plus Three Minus Eight.

Istilah critical eleven merupakan waktu krisis atau genting di mana kecelakaan pesawat sering kali terjadi, yakni tiga menit pertama dan delapan menit terakhir penerbangan. Tiga menit pertama digunakan untuk mencari posisi stabil dan mengontrol kecepatan ketika pesawat mulai mengudara. Sementara delapan menit terakhir digunakan untuk menurunkan kecepatan dan menyesuaikan dengan landasan.

Detik-detik yang menentukan juga terdapat dalam teori pedagang buku Limbong kala Rangga dan Cinta berseteru di lapak dagangannya. Menurut Limbong, cewek yang marah, merupakan taktik untuk memancing inisiatif cowok agar mengejarnya.

“Kau perhatiin ya, kalau sampai dia menengok ke mari, itu berarti dia mengharap kau mengejarnya. Perhatiin!,” pesan Limbong kepada Rangga. Dan dalam hitungan detik dari pesan Limbong tersebut Cinta menengok ke Rangga. Kiranya kata-kata serta momen tersebut menjadi salah satu hal yang ikonik dari film Ada Apa dengan Cinta?.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd