Mari Bertukar Bacaan!
Arifin
Jenuh dengan bacaan Anda? Mungkin perlu mempertimbangkan untuk bertukar bacaan. Hal itu dapat dilakukan dalam lingkup terdekat yang Anda miliki. Mungkin pasangan, para sahabat, komunitas baca, komunitas hobi, dan sebagainya.
Bertukar bacaan memungkinkan seseorang untuk menjelajahi, mengeksplorasi tema yang biasanya tak tersentuh. Bacaan pada diri bisa seperti keterpaparan, bak algoritma dalam media sosial Anda. Maka, bertukar bacaan dapat menjadi kesempatan untuk mencoba bacaan lainnya.

Lantas, apakah berarti ketika bertukar bacaan, membuat Anda tertarik pada genre bacaan lainnya? Bisa ya, bisa tidak. Namun, paling tidak, Anda telah mencoba membaca genre lainnya, mencoba mengetahui jenis bacaan lainnya. Hal semacam itu memperkaya kemampuan membaca. Bila diibaratkan dengan lidah yang telah mencicipi aneka macam masakan.
Bertukar bacaan juga dapat menjadi cara untuk mengerti orang lain. Ingin lebih mengerti orang lain, maka membaca buku kegemaran mereka, dapat membuat lebih memahami. Apa yang dibaca dapat memperlihatkan pemikiran, preferensi, kegemaran. Bertukar bacaan, bagi pasangan, dapat menjadi cara untuk lebih mengerti. Di samping itu, bisa menjadi bahan obrolan, ulasan, serta mengulik lebih lanjut tentang pandangan masing-masing terhadap bacaan tersebut.
Sementara itu, dari komunitas baca, Anda juga dapat menjadi pendengar dari penjelasan pembaca terhadap apa yang dibacanya. Berawal dari mendengar, bisa didapatkan selayang pandang, benang merah dari bacaan tersebut. Bila tertarik, bisa membacanya langsung. Tak tertarik, tidak mengapa, paling tidak membuka spektrum pengetahuan tentang dunia baca.
Bertukar bacaan juga dapat memberikan pengaruh pada output kreativitas. Bila membaca dipercaya sebagai input, maka membaca bacaan dengan jenis yang berbeda, yang keluar dari pakem, bisa memberikan input yang berbeda bagi diri. Variasi input dapat membuat output menjadi lebih kaya, beragam, serta mempertimbangkan perspektif yang ada.