Pentingnya Anak Belajar Belanja
Arifin
Pada taman kanak-kanak (TK) biasanya terdapat market day. Di market day, anak diperkenalkan dengan konsep jual beli secara langsung. Anak menjual (misalnya makanan yang dibuatnya dari rumah), serta membeli (makanan, minuman yang dibuat teman sekolahnya).
Proses bertransaksi secara langsung tersebut dapat menjadi cara untuk mengenalkan uang, matematika, dengan cara menyenangkan. Anak dapat belajar tentang penambahan, pengurangan, serta memilih makanan, minuman yang diinginkannya.

Di kesempatan lain, anak pun misalnya di swalayan, pasar, toko dekat rumah, dapat diikutsertakan untuk berbelanja. Anak bisa diminta memilih apa yang diinginkannya. Hal tersebut dapat mengasah kemampuan anak untuk menentukan pilihan, serta menimbang dengan uang yang ada baiknya apa yang dibeli.
Membersamai anak saat berbelanja juga dapat mengenalkan pada pola hidup sehat. Orang tua dapat mengajarkan anak untuk memperhatikan kandungan gula, garam pada makanan kemasan. Dengan begitu ada kesadaran sejak dini bahwa apa yang dibeli dapat berpengaruh pada tubuh.
Anak yang berbelanja juga dapat belajar berinteraksi, bersosial dengan orang lain. Ketika berbelanja dapat timbul percakapan, tanya jawab. Kemampuan bersosial merupakan keterampilan yang dibutuhkan serta perlu terus-menerus diasah.
Anak yang belajar belanja juga dapat belajar tentang konsep “butuh” dan “ingin”. Bagaimana hal tersebut dapat terkait ekonomi, kemampuan menahan diri. Kenalkan anak mengenai apa saja sih yang sebenarnya dibutuhkan anak. Untuk hal yang diinginkan, maka dapat ditempuh misalnya dengan menabung.
Orang tua juga perlu becermin, telahkah menjadi teladan yang baik dalam berbelanja. Anak akan menduplikasi, belajar, dari bagaimana orang tuanya berbelanja. Berkaitan dengan uang, tak hanya sekadar aplikasi matematika, melainkan prinsip ekonomi, psikologi, serta bagaimana mengelola keuangan untuk kini dan nanti.