Wahai Kelana
Arifin
Darat, laut, udara
Para penjelajah yang ingin melihat daratan lainnya
Berjumpa manusia dengan latar berbeda
Bangunan-bangunan, kerajinan tangan

Di balik laut, masih ada kemungkinan
Jangkar yang dilepaskan
Debur ombak, burung-burung yang bersimpang jalan
Ada naluri petualangan, dan kau pun jadi lebih mengenal makna kata pulang
Di udara, hamparan awan
Kota dari ketinggian
Sunyi di udara
Jarak yang lebih ringkas dilipat waktu
Di kamarmu yang sederhana, ada perangko, kartu pos, foto, sketsa, tulisan tangan
Mereka adalah kepingan-kepingan dari buah melancong ke berbagai tempat di bumi
Mula-mula, adalah pikiran untuk melanglang buana
Sahabat pena, perangko dari rupa-rupa negara
Kartu pos, ada ikonik yang mengingatkanmu untuk menyiapkan koper
Foto yang menangkap kehidupan, daya, karsa
Atau sketsa, bangunan-bangunan yang telah melintasi masa, manusia-manusia dengan pergulatannya
Tulisan tangan, dari mana-mana bahasa, bercerita tentang rupa-rupa
Di kamarmu yang sederhana, kau menemukan arti pulang dan perjalanan yang masih dinantikan
Hendak ke mana lagi wahai para petualang?