Mari Bertanya, Nak!

June 4, 2025
Famili

Arifin

Anak berusaha mengeksplorasi, ingin tahu tentang rupa-rupa. Salah satu caranya dengan bertanya. Sudahkah orang tua menghadirkan ekosistem yang nyaman bagi anak untuk bertanya?

Telahkah orang tua mendengar dengan sungguh pertanyaan-pertanyaan dari anak? Mendengar, memvalidasi, serta mindful dengan pertanyaan anak. Hal tersebut dibutuhkan sebagai landasan kenyamanan anak bertanya.

Kemampuan bertanya dari anak berakar dari rasa ingin tahu. Maka orang tua sebisa mungkin menjawab rupa-rupa yang ditanyakan oleh anak. Mendengarkan, memvalidasi, serta mindful terhadap pertanyaan anak, juga bisa diperbesar skalanya di luar keluarga inti, misalnya saat anak bertemu paman dan tantenya, Anda dapat menunjukkan respons yang tepat. Ajak paman dan tante untuk turut menghargai pertanyaan-pertanyaan anak.

Ekosistem yang nyaman untuk bertanya dapat dihadirkan di dalam rumah, ketika tanya-jawab menjadi bagian dari keseharian. Orang tua bisa bertanya, misalnya tentang hal yang begitu disukai anak. Contohnya macam-macam dinosaurus, eksplorasi dengan pertanyaan, serta biarkan anak menjelaskan dengan panjang lebar.

Dengan orang tua yang terbiasa bertanya pun, anak jadinya terafirmasi bahwa bertanya memang diperlukan serta sah-sah saja. Bertanya merupakan cara untuk mencari tahu. Ada banyak hal yang belum diketahui, maka bertanyalah.

Orang tua juga dapat membiasakan bertanya kepada anak dengan pertanyaan terbuka, yang memungkinkan anak menjawab lebih dari sekadar “iya” atau “tidak”. Pertanyaan terbuka dapat melatih anak berpikir kritis, menghubungkan konsep yang diketahuinya, serta mencari tahu alasan di balik sesuatu.

Ada pun bila anak bertanya kepada orang lain, orang tua dapat mengamati. Misalnya, telahkah anak menggunakan kata sapaan yang tepat, sesuaikah pertanyaan yang ditanyakan anak, dan sebagainya. Orang tua dapat mengamati, serta meluruskan kemudian, bila dirasa ada yang masih kurang pas dari pertanyaan anak.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd