Mengapa Cerita Fiksi Dibutuhkan Anak?
Arifin
Ada banyak faedah dari mengenalkan cerita fiksi pada anak. Di antaranya untuk menyandingkan membaca sebagai kegiatan menyenangkan. Dengan demikian, cerita fiksi dapat berperan pada pondasi minat baca anak sejak dini.
Orang tua dapat mengupayakan cerita fiksi yang sesuai dengan minat, umur anak. Dengan begitu anak pun memiliki kenangan membaca yang menyenangkan serta tertarik untuk membaca maupun membolak-balik buku.

Orang tua dapat berperan mendampingi, serta melakukan kurasi terhadap cerita fiksi yang dicerna anak. Adakah nilai dalam cerita fiksi tersebut sesuai dengan yang ingin dituju keluarga?
Cerita fiksi dapat dihadirkan kepada anak dengan read aloud (membaca nyaring). Di samping itu orang tua dapat membawakannya dengan penuh penghayatan terhadap cerita yang dimaksud.
Tak berhenti sampai di situ, orang tua juga dapat mengajak anak berdiskusi setelah tamat membaca. Tanyakan mengenai kesan, pikiran, perasaan anak terhadap cerita fiksi tersebut. Anak dengan demikian diajak untuk mengenali pikiran, perasaan, serta mengungkapkan dengan bahasanya.
Cerita fiksi yang untuk kemudian didiskusikan juga dapat mengasah empati anak. Bagaimana kiranya anak melihat, merasakan, dari sudut pandang karakter dalam cerita.
Cerita fiksi lazimnya juga terdapat tantangan, hambatan, hal tersebut dapat menjadi mekanisme anak untuk belajar resiliensi serta memecahkan masalah yang ada.
Cerita fiksi juga dapat menyuburkan kreativitas serta imajinasi anak. Melalui cerita-cerita yang ada, diajak untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan. Dari kejadian sehari-hari ataupun fakta yang ditemuinya, anak dapat membayangkan berbagai skenario cerita, karena memiliki pengalaman dari cerita-cerita fiksi yang dicernanya.