Membangun Kota Dari Ingatan
Arifin
Dia membangun kota dari ingatannya
Hal-hal yang pernah disentuhnya
Ia membubuhkan pula serbuk imajinasi tentang ekosistem hidup
Kota yang nyaman, lagi setara
Ingatan dapat merekonstruksi
Hal-hal yang dibaca
Racikan dari pengembara, penjelajah ruang hidup
Menyandingkan, membandingkan: dulu, kini, & nanti

Di kepalanya, hidup tentang ruang ketiga, mereka yang bertemu, mereka yang berinteraksi
Kota yang menyambut, bukan menyudutkan
Kota yang memeluk, bukan mengutuk
Kota yang tertawa, bukan menggurat kecewa
Kota yang menghargai waktu manusia-manusianya
Waktu soliter, waktu bersama, waktu dalam perjalanan
Kota yang menyambut para pembaca
Di perpustakaan, di taman, di transportasi publik, di rumah-rumah
Kota yang nyaman dijelajahi dengan jalan kaki & bersepeda
Saat rehat, dirimu dapat menepi, di kedai kata-kata, mereka yang bercengkerama
Kota yang memekarkan kemanusiaan
Kota yang nyaman untuk diingat
& semoga tak hanya dalam ingatan para pemimpi
Tapi ingatan-ingatan nyata & berkata