Dunia Yang Dirakit

June 20, 2025
Puisi

Arifin

Mari berlari sekencang-kencangnya

Lewati gerbang itu

Tibalah di tempat ajaib

Masuk ke dunia fiksi

            Kala semua cerita yang pernah kau dengar berpadu di belanga

            Dongeng, fabel, cerita menjelang tidur, imajinasi yang meletup-letup

Bagaikan memasuki lukisan

Di sana kita di dalamnya

Berjalan di lumpurnya

Berdegup kala mengintai, perburuan

            Dunia yang dirakit dari anak tangga narasi

            Menenun imajinasi

            Serta kemungkinan

            Pesan rahasia yang disampaikan alam

Di tempat ini, waktu berjalan tanpa tergesa

Kau dapat mendengarkan suara angin

Daun yang jatuh

Rintik hingga hujan menderas

             Tidur di bawah pohon dengan buku yang terbuka

Keajaiban kembali membuka pintunya

“Tinggallah di sini lebih lama”

“Lepaskan beban yang memuramkan rona”

              Lalu, kita merakit kembali di ingatan

              Kronologi, mengapa begini, mengapa begitu

              Jalan pulang yang masih terbuka

              Untuk tidak tersesat dalam pikiran

              Jangan lupa siapa dirimu

              Jangan lupa siapa namamu

Menjelang senja, setelah kue, camilan, teh hangat

Kita mengemasi perangkat dan berangkat

Mari berjalan, perlahan, mengamati dengan sungguh yang terlintas

Lewati gerbang itu

Kembali ke bumi

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd