Seni Mengingatkan

June 23, 2025
Famili

Arifin

Diingatkan dan mengingatkan merupakan bagian dari kehidupan. Diingatkan dan mengingatkan menunjukkan interaksi, bersosial dengan manusia lainnya. Meski begitu, terkadang kedua hal tersebut menimbulkan ketersinggungan dan rasa marah.

Saat mengingatkan, sebaiknya dilakukan ketika diri telah mampu mengendalikan pikiran dan perasaan. Tenangkan diri sebelum mengingatkan. Ketika mengingatkan dengan emosi, amarah yang masih mendidih, bisa jadi malah menimbulkan konflik, penolakan, serta masalah baru.

Fokuskan diri ketika mengingatkan pada tujuan yang ingin dicapai. Dengan begitu, maka diksi, cara pun akan menyesuaikan. Misalnya, saat mengingatkan anak yang menumpahkan air ketika minum. Orang tua dapat bereaksi dengan membersamai anak membersihkan tumpahan air. Perihal mengingatkan, bisa dilakukan misalnya, usai makan malam atau setelah menikmati indahnya bunga di halaman rumah.

Mengingatkan tak harus di in the heat of the moment. Memberikan jeda, ketika mengingatkan dapat menjadi cara. Yang mengingatkan akan lebih tenang dan berjarak, pun begitu dengan yang diingatkan.

Perihal seni mengingatkan, dapat menunggu waktu yang tepat serta mencoba memilih kata-kata yang tidak menyinggung.

Di samping itu, seni mengingatkan yang bernada perintah, merendahkan orang lain, dapat membuat pesan tidak diterima dengan baik. Yang beresonansi malah perintah, perintah, perintah, serta diri yang direndahkan serta diremehkan.

Seni mengingatkan juga bisa “dibumbui” dengan empati, serta mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja sama. Apresiasi tersebut dapat melembutkan pesan, sehingga dapat lebih diterima dengan tepat.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd