Berbagai Hal Yang Dapat Menyebabkan Perut Kembung
Arifin
Perut kembung, kondisi ketika perut terasa kencang, penuh, dan terlihat membesar, terjadi karena gas di perut terlalu banyak.
Mengonsumsi makanan tertentu, seperti sayur berserat tinggi dan produk susu, dapat memicu perut kembung. Namun, faktor lain seperti penyakit tukak lambung yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori, GERD, dan sindrom iritasi usus besar juga dapat menjadi pemicu.

Penyakit sistemik seperti diabetes yang tidak stabil, komplikasi tiroid, atau pengobatan (aspirin atau suplemen zat besi) juga mengganggu pandangan klinis dan kondisi seperti gagal jantung atau serangan jantung terkadang bisa memiliki gejala yang lebih terkait dengan perut kembung.
Perut kembung kronis bisa jadi merupakan gejala dari masalah yang lebih besar. Perut kembung bisa jadi menandakan munculnya sindrom iritasi usus besar, intoleransi laktosa, dan SIBO, kondisi ketika bakteri di usus halus tumbuh secara tidak terkendali.
Ketidakseimbangan hormon, terutama pada perempuan, merupakan alasan lain yang bisa menyebabkan perut kembung.
Yang jarang diketahui yakni kontribusi stres psikologis dan kecemasan yang bisa menyebabkan tekanan yang memengaruhi fisiologi dan gejala gastrointestinal.
Gas dan kembung merupakan dua masalah yang umumnya dianggap sebagai gangguan yang berhubungan dengan pola makan.
Kondisi itu merupakan hasil dari mekanika tubuh yang rumit. Kondisi malabsorptif, seperti intoleransi laktosa, bisa memfermentasi makanan yang tidak dicerna dengan baik yang dapat menimbulkan lebih banyak gas.
Selain itu, gangguan motilitas usus seperti yang diamati pada kasus sembelit kronis bisa menimbulkan fermentasi dan menyebabkan perut kembung.
Perubahan hormonal yang berhubungan dengan menstruasi atau menopause, juga bisa memicu kembung pada perempuan.
Perut kembung bisa jadi tidak berbahaya, tetapi bila terus berlanjut sebaiknya tidak diabaikan.
Sebaiknya menerapkan gaya hidup sehat yang mencakup pengaturan makan, minum, dan olahraga serta manajemen stres untuk menekan risiko perut kembung.
Bila upaya itu tidak membantu, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar bisa mengetahui penyebab pastinya dan mendapat rekomendasi penanganan yang tepat.
Sumber: Hindustan Times, Antara