Penyebab Nyeri Kaki Pada Wanita Yang Memengaruhi Kesehatan
Arifin
Nyeri pada kaki kerap diabaikan terutama pada wanita, namun hal tersebut menandakan berbagai kondisi kesehatan yang memengaruhi keseharian.
Wanita sering mengalami ketidaknyamanan mulai dari tumit yang sakit atau kekakuan pada telapak kaki (terutama ketika pertama kali bangun pagi atau setelah berjam-jam di dapur) hingga perubahan hormon selama menstruasi, kehamilan, atau menopause.

Nyeri kaki sebenarnya bukan masalah lokalisasi, tetapi bagaimana seluruh tubuh terasa – postur, gerakan, dan bahkan hormon.
Penyebab nyeri kaki dapt disebabkan karena hormon seperti relaksin dan kadar estrogen meningkat selama menstruasi, kehamilan, dan perimenopause yang menyebabkan kelonggaran ligamen ekstra.
Pelunakan tersebut memengaruhi panggul, tetapi juga ligamen kecil di kaki. Kelonggaran ini terlihat jelas dalam bentuk telapak kaki datar atau plantar fasciitis, dan mengubah postur dan gaya berjalan.
Disarankan untuk mengganti alas kaki pada tahap kehamilan atau menopause yang menyangga lengkungan kaki atau ortotik yang sesuai. Bisa juga melakukan pose yoga berdiri satu kaki untuk mengaktifkan otot kaki yang bermanfaat bagi wanita usia 30-40 tahun.
Selain itu, kesalahan memakai sepatu atau sandal yang sempit serta berdiri berjam-jam bisa memengaruhi postur panggul, mobilitas, dan keselarasan tulang belakang.
Solusinya dengan menerapkan istirahat kaki, pijat kaki dengan rol kaki bertekstur, gunakan bantalan silikon pada tumit di dalam sepatu, atau berjalan tanpa alas kaki di atas rumput selama 10 menit untuk mengkalibrasi ulang biomekanik tubuh dan meredakan ketegangan kaki.
Sementara itu, wanita dengan PCOS bisa mengalami nyeri kaki yang tidak dapat dijelaskan yang berasal dari peradangan sistemik dan resistensi insulin, sehingga membatasi aktivitas dan risiko plantar fasciitis.
Disarankan untuk melakukan diet anti-inflamasi di bawah pengawasan, suplemen magnesium, dan gerakan berdampak rendah.
Sementara untuk memperbaiki postur tubuh yang buruk agar lebih percaya diri, disarankan untuk melakukan pilates untuk terapi penyelarasan tubuh, gerakan memanjangkan leher, atau berbaring telentang dengan kaki menempel di dinding.
Bekerja samalah dengan fisioterapis untuk menyelaraskan postur kaki dan panggul bawah, dan latihan pernapasan diafragma dan integrasi kaki ke inti merupakan cara yang bagus untuk mengintegrasikan kembali aktivitas dasar panggul dengan postur tubuh.
Sumber: Hindustan Times, Antara