Tips Mencegah Perut Kembung Ketika Cuaca Panas
Arifin
Suhu tinggi dapat menyebabkan bakteri jahat berkembang biak di usus dan kondisi ini bisa meningkatkan kemungkinan infeksi gastrointestinal dan memicu gejala seperti diare dan perut kembung.
Ketika suhu meningkat, kita berkeringat lebih banyak, sehingga kebutuhan air kita meningkat. Sementara itu, sistem pencernaan membutuhkan air dalam jumlah yang cukup untuk bekerja secara optimal. Tanpanya, usus bisa menjadi lamban dan mengalami penurunan pergerakan.

Ketika makanan atau tinja berada di saluran pencernaan, ia akan berfermentasi dan menghasilkan gas yang bisa memicu kembung. Oleh karena itu, sebaiknya memastikan minum setidaknya dua liter air sehari selama cuaca panas.
Selain memenuhi kebutuhan cairan, sebaiknya memilih mengonsumsi makanan yang mudah dicerna semasa cuaca panas.
Meski terasa lebih menyegarkan bagi tubuh, makanan dingin dan mentah lebih susah dicerna, sehingga menghadirkan tambahan beban bagi saluran pencernaan. Makanan dingin bisa memperlambat kerja lambung dan menyempitkan pembuluh darah lambung, yang bisa menyebabkan pencernaan menjadi lambat dan tertunda.
Sayuran yang dimasak lebih lembut dan mudah dicerna, jadi cobalah mengukus sayuran sebentar sebelum Anda membutuhkannya dan nikmati dalam keadaan dingin sebagai salad.
Di samping itu, penting menghindari minuman bersoda selama musim panas. Minuman bersoda mengandung gas karbon dioksida dalam jumlah besar, yang berakhir di sistem pencernaan saat dikonsumsi. Sebagian gas ini dapat terperangkap, yang bisa menyebabkan kram dan kembung.
Selain itu, sebaiknya mengurangi konsumsi makanan asin dan memperbanyak konsumsi buah dan sayur yang bisa membuat tubuh tetap terhidrasi selama cuaca panas.
Tips selanjutnya yakni penting melakukan aktivitas fisik untuk mendukung kelancaran sistem pencernaan. Ketika kita kurang bergerak, sistem pencernaan kita juga bisa melambat dan kita lebih mungkin mengalami sembelit yang dapat membuat kita merasa kembung dan sakit perut.
Kurang tidur bisa memengaruhi pilihan makanan, meningkatkan keinginan untuk ngemil. Padahal, makan camilan dan ngemil berlebihan bisa memengaruhi motilitas usus, menyebabkan berkurangnya pergerakan usus dan kembung.
Terdapat kecenderungan memilih makanan berlemak tinggi dan tinggi gula yang mengenyangkan bagi otak yang kurang tidur. Makanan olahan ini bisa semakin memengaruhi usus, berpotensi menyebabkan kembung, disbiosis, dan pergerakan usus yang tidak teratur.
Sumber: Glamour UK, Antara