Tips Menghadapi Anak Tantrum Karena Gadget

July 9, 2025
Famili

Arifin

Anak yang mengalami tantrum karena gawai bisa jadi tanda awal kecanduan atau adiksi. Ketika anak mengalami kecemasan saat dijauhkan dari gawainya, itu menjadi salah satu gejala adiksi atau kecanduan. Gejala lain adiksi gawai yakni anak kehilangan minat untuk melakukan sesuatu yang biasanya diminati hingga sulit memikirkan apa yang dapat dilakukannya selain bermain dengan gawai.

Gejala tersebut timbul akibat anak kekurangan gerak, kurang bermain di luar ruangan sehingga dia hanya dapat memikirkan permainan yang melibatkan ponsel. Orang tuanya mungkin kurang mendampingi atau terlalu kecil usia ketika diberi gadget.

Saat anak sudah mengalami gejala itu orang tua sebaiknya mengambil gawai tersebut. Langkah yang dapat dilakukan orang tua ketika menghadapi tantrum adalah pastikan keamanan anak hingga ikut menemaninya.

Setelah itu, biarkan anak meluapkan emosinya seperti membiarkan menangis hingga tunggu sampai dia tenang, lalu dapat memberikan bantuan.

Validasi emosinya, contohnya ‘bunda tahu, ayah tahu kamu marah, tapi sekarang waktunya sudah habis’. Tunggu sampai anak lebih tenang, baru nanti tawarkan minum.

Anak sebaiknya baru mulai menonton konten digital dengan pendampingan pada usia minimal 3 tahun, dengan durasi 15 menit sekali dan maksimal 1 jam per hari. Kemudian, anak diperbolehkan memainkan gawai disarankan pada usia 4-5 tahun.

Dalam mencegah anak mengalami adiksi gawai, hal yang dapat dilakukan orang tua adalah harus mencari alternatif kegiatan lain seperti mengajak bermain di luar ruangan atau bermain sesuatu yang tidak menatap layar, serta dapat menjelaskan pada anak terkait fitur yang akan diterapkan dalam penggunaan gawai seperti parental control (kontrol orang tua).

Harus ada kesepakatan bahwa misalnya gawai ini tidak dibawa ke dalam kamar, hanya boleh digunakan di ruang keluarga atau di kamar orang tuanya dan batas penggunaan maksimal berapa lama.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd