Ragam Manfaat Musik Untuk Anak
Arifin
Musik bisa merangsang aktivitas berbagai area otak serta mendorong perkembangan neuroplastisitas pada otak anak. Neuroplastisitas adalah kapasitas neuron dan jaringan saraf di otak untuk mengubah koneksi dan perilaku sebagai respons terhadap informasi baru, rangsangan sensorik, perkembangan, kerusakan, atau disfungsi.
Musik dapat merangsang area otak seperti lobus temporal untuk pendengaran, lobus frontal untuk emosi, cerebellum untuk koneksi motorik. Dan ini juga meningkatkan konektivitas antar neuron, terutama pada golden age, usia 0 sampai 6 tahun, yang dikenal dengan seribu hari pertama kehidupan.

Musik dapat meningkatkan volume materi abu-abu dan putih pada otak. Keduanya penting untuk kemampuan berpikir, emosi, dan gerakan otot.
Musik juga bisa menjadi stimulus multisensorik, yang mencakup auditori, visual, dan kinestetik. Saat anak menyanyi atau memainkan alat musik, ada integrasi lintas indera, yang menguatkan perkembangan motorik halus dan kasar, koordinasi tangan mata, persepsi ritmis.
Musik juga bisa memengaruhi kemampuan berbahasa dan kognitif anak. Anak yang sering mendengar atau belajar musik, terutama yang disertai lirik, cenderung punya lebih banyak kosakata dan struktur kalimatnya lebih kompleks. Hal itu terjadi karena musik bisa merangsang memori fonologis dan pemrosesan sintaksis.
Paparan musik bermanfaat pula bagi perkembangan emosional dan kemampuan interaksi sosial anak. Musik dapat melakukan regulasi emosi, jadi anak bisa mengenali dan ekspresi emosi, menstimulasi dopamin, serotonin. Dan bisa juga empati dan interaksi sosial, serta aktivitas berkelompok, meningkatkan keterampilan sosial.
Musik juga bermanfaat dalam terapi gangguan perkembangan seperti autisme, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dan cerebral palsy.
Sumber: Antara