Biarkan Anak Menjelajah Dan Mengeksplorasi
Arifin
Ada banyak hal yang menjadi sumber belajar bagi anak. Termasuk kala buah hati sedang menjelajah dan mengeksplorasi. Menimbang keamanan anak memang penting kala mereka menjelajah dan mengeksplorasi. Bila dirasa aman serta risikonya terukur, maka berikan kesempatan anak menjelajah, mencari tahu dengan panca indranya.

Anak yang menjelajah, karena mereka memiliki fitrah dan kebutuhan untuk bergerak. Didorong rasa ingin tahunya, anak pun dapat mengutak-atik, mencoba pelbagai hal. Dengan cara itulah ananda belajar.
Anak belajar dengan apa yang mereka hadapi. Hal-hal yang mungkin terlihat sederhana bagi orang dewasa. Namun, anak ingin mengetahui dengan caranya sendiri.
Memberikan kesempatan anak mengeksplorasi, merupakan cara agar anak nyaman dengan dirinya. Anak nyaman mencoba. Anak nyaman menggunakan panca indranya untuk mencari tahu.
Kala anak menjelajah dan mengeksplorasi juga merupakan metode mengasah kemandiriannya. Anak belajar mendengarkan pikirannya sendiri, menguji batas dirinya, memiliki kehendak, serta mengambil keputusan. Resiliensi anak juga dapat terasah karena terdapat proses trial and error ataupun anak menghadapi tantangan dalam mengeksplorasi tersebut.
Anak yang terbiasa menjelajah dan mengeksplorasi juga akan lebih piawai ketika menghadapi rasa bosan. Dalam keadaan bosan, maka anak akan mencari-cari kegiatan untuk memenuhi dahaga ingin tahunya.
Menjelajah serta mengeksplorasi membuat anak ingin tahu pelbagai hal. Hal-hal baru yang menarik perhatiannya. Itu juga merupakan kesempatan untuk melatih kemampuan sosialnya, seperti berkomunikasi, bertanya.
Menjelajah dan mengeksplorasi merupakan fondasi bagi growth mindset, di mana ada “rasa lapar” untuk mengetahui, mencoba hal baru.
Bila orang tua sejak awal semula telah melarang ini-itu, memberikan aura ketakutan bagi anak untuk mencoba, maka ingat-ingatlah berbagai manfaat dari menjelajah dan mengeksplorasi bagi anak.