Bermain Sambil Mengajarkan Anak Berbahasa
Arifin
Berbahasa merupakan wahana bagi anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Di samping itu, pengetahuan berbahasa memungkinkan untuk mencerna apa yang dikatakan maupun dituliskan.
Mengajarkan anak berbahasa dapat dilakukan dengan membiasakan mengobrol, berbicara dengan anak. Dengan begitu anak terbiasa mendengar kata, memahami konteks. Dari perbincangan, anak dapat mengetahui mengenai arti dari suatu kata. Jangan sungkan pula untuk menjelaskan kata-kata yang belum dimengerti oleh anak.

Mengajarkan anak berbahasa juga dapat dilakukan dengan memantik anak untuk bercerita. Anak jadinya terbiasa mengutarakan pikiran, perasaannya. Dari situ pula orang tua dapat tahu sejauhmana kemampuan berbahasa anak.
Anak merupakan peniru, penyerap, maka perhatikan kebiasaan berbahasa yang beredar di sekitar buah hati. Adakah telah layak untuk anak, baik secara arti maupun maksudnya.
Anak juga dapat belajar berbahasa dari buku yang biasa dibacakan. Jadikan kebiasaan membaca buku, selain sebagai momen berkualitas serta memperkuat hubungan orang tua dengan anak, juga sebagai cara mengajarkan anak berbahasa. Anak belajar kosakata, cara pengucapan, bagaimana menuliskannya, serta konteks kata tersebut digunakan.
Orang tua dan anak dapat bermain tebak kata. Dapat dilakukan dengan memeragakan suatu kata tanpa bersuara, sementara yang lainnya menebaknya. Bisa juga dilakukan dengan memberikan penjelasan tentang kata yang dimaksud, sementara yang lainnya menebaknya. Permainan tebak kata dapat menggunakan kartu bergambar sebagai alat bantu.
Mengajarkan anak berbahasa dapat dengan menyanyikan lagu anak-anak. Nyanyikanlah bersama, amati lirik lagunya, terangkan kepada anak. Sembari menyanyi, boleh pula membuat gerakan yang sesuai dengan lagu, untuk menambah keseruan. Orang tua pun dapat berkreasi dengan mengutak-atik lirik menggunakan kosakata tertentu yang ingin diperkenalkan ataupun membuat lagu sederhana dengan kosakata yang dapat dipelajari anak.
Orang tua juga dapat mengajarkan anak berbahasa ketika membersamai mereka. Misalnya, membaca dari hal yang terlihat jelas di pandangan. Buatlah permainan, seperti minta bantuan anak untuk membaca suatu kata. Jangan lupa untuk mengapresiasi usaha anak.
Orang tua juga dapat mengajarkan anak berbahasa perihal menulis. Cobalah dari hal sederhana yang diketahuinya, seperti namanya, nama anggota keluarga di rumah, benda yang terlihat oleh anak, dan sebagainya.