Makin Ramah Lingkungan, Dari McD Hingga Sekolah
Arifin
Bangunan, tak sekadar arsitektur kaku. Terdapat filosofi dan konsep yang menyertainya. Di antaranya kesadaran untuk menghadiran bangunan yang ramah lingkungan. Hal ini semakin nyata terlihat dalam berbagai fasad, baik itu restoran, sekolah, rumah tinggal, tempat ibadah, kantor, dan sebagainya.
Seperti McDonald’s Boulevard Barat yang mengusung konsep restoran yang lebih ramah lingkungan. Mulai dari teknologi solar panel, penggunaan material eco-brick dan material daur ulang sampah plastik pada berbagai elemen interior juga eksterior, seperti anyaman sintetis serta beberapa signage. McD Boulevard Barat ini juga memiliki 45% area resapan termasuk lahan hijau.
Lalu yang sedang ramai diperbincangkan yakni Sekolah Negeri dengan konsep Net Zero di Jakarta. Terdapat 4 sekolah negeri yang mengusung konsep green building dan net zero emissions, yakni SDN Duren Sawit 14 (Jakarta Timur), SDN Grogol Selatan 09, SDN Ragunan 08 Pagi (Jakarta Selatan), dan SMAN 96 (Jakarta Barat).
Sekolah Net Zero dirancang arsitek-arsitek kenamaan yaitu Andra Matin, D-Associates Architect, & Djuhara+ Djuhara. Untuk konsep bangunannya hemat energi. Misal memakai pendingin ruangan dan lampu hemat energi, bangunannya memperbanyak ventilasi agar sirkulasi udara lancar. Sebagian besar kebutuhan energinya dipasok dari sumber energi terbarukan. Emisi karbon yang dihasilkan sangat minim. Sampah dikelola agar dapat menghasilkan energi kembali.
Masih terkait bangunan ramah lingkungan, di tengah kabar berkabung meninggalnya suami penyanyi Dewi Lestari, Reza Gunawan, terselip kisah kunjungan arsitek rumah mereka yaitu Ridwan Kamil.
Kang Emil yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat ini merupakan arsitek dari Rumah Sehat Hijau yang menurut Dewi Lestari rumahnya bersimbah cahaya dan udara. Sementara itu tempat ibadah ramah lingkungan diperlihatkan oleh Masjid Istiqlal yang telah rampung melakukan renovasi. Secara signifikan terdapat pengurangan jejak karbon dengan penggunaan atap dan dinding luar hemat energi, penerangan dan ruang internal dan eksternal, smart energi meter, dan panel surya yang mencakup lebih dari 13 persen konsumsi listrik.