Dibuang Sayang, Dari Nasi Goreng Hingga Sisa Bahan Kain 

October 19, 2022
Uncategorized

Arifin

Sejarah nasi goreng konon berasal dari China. Pada prinsipnya, masyarakat zaman itu tidak ingin membuang nasi kemarin karena masih layak dikonsumsi. Nasi kemudian digoreng dan ditambahi bumbu sehingga lebih nikmat.

Dari basis tersebut, nasi goreng lalu melanglang buana dan boleh dibilang menjadi menu yang akrab. Di Indonesia, nasi goreng dapat disajikan dan disantap baik pagi, siang, ataupun malam. Nasi goreng juga menjadi milik berbagai lapisan masyarakat, sehingga mudah ditemukan di pedagang gerobak pinggir jalan hingga hotel dan restoran berbintang lima. Dalam istilah Kompas, kapan saja, di mana saja, selalu nasi goreng.

Jika merujuk dari sejarah, maka nasi goreng boleh dibilang berasal dari nasi yang dibuang sayang. Di sisi lain, prinsip dibuang sayang, juga dapat kita temui misalnya pada film. Sejumlah film yang dibintangi Jackie Chan, pada bagian akhirnya menampilkan sejumlah adegan yang tidak terpakai dalam alur utama film. Bagian “dibuang sayang” itu biasanya karena ada pemain yang tertawa, ataupun kesalahan dalam koreografi bela diri. Dan bagian “dibuang sayang” dari film-film Jackie Chan menjadi hiburan tersendiri, dikarenakan sisi lucunya, serta memperlihatkan kerja keras dan sulitnya dalam menghasilkan adegan aksi serta bela diri.

Masih dengan prinsip dibuang sayang, hal tersebut juga dapat digunakan pada sampah yang dapat dijadikan kompos.

Prinsip dibuang sayang, juga dapat digunakan pada sisa bahan kain. Sisa kain ini dapat diolah menjadi aneka kerajinan. Di samping itu akan bermanfaat untuk mengurangi sampah di bumi.

Dari sisa bahan kain, Anda dapat membuat masker, ikat rambut dan aksesori, bunga imitasi aneka perlengkapan dapur, pacthwork & quilt.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd