Ngiler Makanan Saat Membaca Novel? Beard Papa’s Hingga Nasi Uduk Babe Rahman 

December 9, 2022
Uncategorized

Arifin

Kuliner tertentu dapat menjadi viral karena beberapa faktor. Di antaranya karena “sang pembawa pesan”. Maka tak mengherankan terdapat influencer, pakar kuliner, yang “sabda kulinernya” dinanti serta menjadi referensi.

Di samping itu kuliner merupakan konten yang senantiasa menarik dan dapat menyatukan berbagai kalangan. Dalam sebuah cerita, kuliner juga dapat menjadi hal yang ikonik dan “dibutuhkan” oleh cerita.

Sebisa mungkin agar karakter dalam cerita hidup, maka dilengkapilah sang karakter dengan preferensi terhadap kuliner tertentu. Novelis Ika Natassa di antaranya menggunakan “resep” tersebut.

Ketika berada di Stasiun Kereta Api Gambir, istri saya bertanya Beard Papa’s enak ya? Ia mengungkap bahwa Dokter Beno, karakter dalam buku “Twivortiare” karya Ika Natassa begitu menyukai makan Beard Papa’s. Kami pun akhirnya membeli Beard Papa’s di Stasiun Gambir tersebut.

Lalu dalam novel terbarunya “Heartbreak MOTEL”, terjadi komparasi antara Nasi Uduk Zainal Fanani dan Babe Rahman. Hal yang menurut saya ikonik serta “dibutuhkan” dalam membangun cerita antara karakter Ava dan Raga.

Detail dari Nasi Uduk Babe Rahman dideskripsikan dengan rinci serta begitu blend dengan kebutuhan cerita. Mulai dari tempatnya yang berada di gang, tempatnya agak becek ketika hujan, serta simaklah paduan yang membuat ngiler ingin mencicipi nasi uduk juga begitu menyatunya dengan bangunan cerita sebagai berikut (“Heartbreak MOTEL”, halaman 182): Sandal yang sama yang sedang kupandangi sambil senyum-senyum sendiri, menit ini, di kamar hotelku, setelah dua belas bungkus kecil nasi uduk—dia delapan, aku empat, tiga potong ayam goreng, satu porsi ati ampela yang kami bagi berdua, sepiring bawang goreng ekstra, dua bungkus kerupuk kampung, dan hampir dua jam obrolan, cerita, sesekali tawa termasuk dalam perjalanan pulang kami yang agak tersendat macet karena hujan.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd