Lebih Mengenal Konsep Disabilitas, Dari Stand Up Comedy Hingga Gerai Starbucks 

December 14, 2022
Uncategorized

Arifin

Sejauh mana Anda mengenal disabilitas? Miskonsepsi teramat mungkin terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai disabilitas. Maka berbagai kanal untuk lebih mengenal disabilitas layak diapresiasi.

Seperti buku “Ayo Berteman: Mari Mengenal Teman dengan Disabilitas”. Buku cerita tersebut cocok untuk mengenalkan konsep disabilitas untuk anak semenjak dini. Pun begitu dengan para orang tua, yang mendapatkan saran penyikapan bagaimana jika berinteraksi dengan penyandang disabilitas.

Mengenal ranah disabilitas juga dapat dilakukan sambil hahahihi alias tertawa – seperti misalnya dengan yang ditunjukkan pada pertunjukan stand up comedy bertajuk “Hari Gini Normal?”. Untuk komika pada “Hari Gini Normal?” terdapat penyandang disabilitas tunanetra, tunadaksa, di antaranya. Maka materi lawakan mereka pun membawa nondisabilitas untuk melihat perspektif disabilitas.

Bertempat di G Coffee & Resto di Kota Bandung, venue dikreasikan seramah mungkin untuk penonton disabilitas, yang nondisabilitas dibuat merasakan pengalaman disabilitas.

Masih terkait disabilitas, Starbucks membuka gerai dengan Bahasa Isyarat (Signing Store) pertamanya di Jakarta, Indonesia, sebuah gerai yang didedikasikan untuk komunitas tuli, gangguan pendengaran, dan komunitas dengan Bahasa Isyarat pada tanggal 3 Desember 2022.

Gerai ini dirancang dan berpusat pada inklusivitas dan aksesibilitas, sehingga pelanggan di Starbucks Community Store Tata Puri akan dilayani oleh barista tuli dan barista dengan gangguan pendengaran lokal yang mengenakan apron hijau. Gerai ini terletak di Jl. Tanjung Karang No.3 Kebon Melati di Jakarta Pusat.

Barista tuli akan mengenakan apron hijau dengan logo Starbucks yang dibordir dalam Bahasa Isyarat, semua karyawan yang dapat berbahasa isyarat memakai pin “I Sign”. Pelanggan yang baru tahu atau tidak terbiasa dengan Bahasa Isyarat bisa menggunakan sistem khusus untuk memesan minuman dan makanan menggunakan tablet tulis (writing tablet).

Adapun logo siren yang khas dengan logo Starbucks dalam Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) langsung terlihat saat pelanggan melewati jalan utama, Jalan Jenderal Sudirman. Logo Starbucks dengan BISINDO di atas pintu utama yang juga dapat terlihat di dinding mural setelah pintu masuk akan langsung menyambut pelanggan keteika mereka memasuki gerai.

Logo Starbucks dengan BISINDO ini juga dapat ditemui dalam koleksi merchandise eksklusif – tumbler bening, tumbler stainless steel, dan mug.

Lalu terdapat juga fitur lukisan mural setinggi 4 meter karya seniman tuli, Indira Natalia, yang terbentang lebih sepanjang 11 meter hingga ke luar gerai, menggambarkan pengalaman Starbucks yang hangat dan ramah terhadap penyandang disabilitas. 

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd