Manfaat Menggambar Bagi Anak
Arifin
Dalam bidang seni terutama menggambar, anak memiliki tahapan perkembangan sesuai dengan usianya.
Tahapan itu dimulai dari fase scribbling atau coretan, dimana anak usia dua sampai empat tahun akan melakukan goresan secara berulang namun belum memiliki bentuk yang bermakna.
Orang tua dapat mengapresiasi hasil coretan tersebut dengan kalimat yang memotivasi, sehingga anak memiliki perasaan bisa melakukan yang lebih baik.
Orang tua dapat mengajak anak menamai dan memaknai gambarnya dengan bertanya, serta tidak perlu mengkritik dan mengoreksi anak di tahap ini. Ayah-bunda dapat memotivasi anak untuk terus berkarya dan memperluas wawasannya dengan melihat banyak jenis gambar.
Tahap selanjutnya adalah Pre Schematic yang biasanya ada pada anak yang telah memasuki umur 4-7 tahun. Pada tahap ini, gambar anak sudah mulai konsisten dan mulai terlihat pola yang sesuai dengan yang pernah ia lihat. Pada fase ini, orang tua jangan terburu-buru mengoreksi gambar anak dan beri apresiasi dengan memperhatikan apa yang anak gambar.
Orang tua dapat bertanya apa yang anak kerjakan, menanyakan bagaimana perasaannya setelah menghasilkan gambar, dari mana dapat idenya.
Memasuki usia 7-9 tahun, anak mulai menggambar dengan konsisten dan terdapat detail unik. Tahap ini dinamakan Schematic stage. Ini merepresentasikan pengalaman anak terhadap apa yang sedang ia lihat di sekitar.
Maka penting memaparkan anak terhadap ragam pengalaman, karena itu menjadi sarana untuknya terus berkarya. Orang tua dapat menambah wawasannya dengan memperlihatkan detail, ovservasi terhadap barang atau lingkungan yang dijumpai sehari-hari.
Anak berusia 7 tahun, fokusnya sudah 21-35 menit. Ia bisa mengamati sesuatu, orang tua dapat mengajak anak mengamati dipegang, dilihat, didengar, agar dapat menjadi “bahan bakar” kreativitasnya. Diskusi anak-orang tua dapat dilakukan mengenai gambar, temanya apa, maksudnya apa dikarenakan telah banyak detail di gambarnya.
Pada usia 9-12 tahun, anak sudah bisa menggambar secara lebih realistik. Pada tahap ini, anak sudah bisa menghasilkan apa yang ia temui sehari-hari menjadi karya. Di rentang usia tersebut anak sudah mulai bisa frustasi jika gambarnya tak sesuai dengan harapannya.
Orang tua dapat memberikan kalimat yang bisa memvalidasi perasaan anak dengan mempertimbangkan emosi anak, berempati, support dengan bantuan agar anak lebih tenang.
Ketahuilah dengan menggambar dapat memberikan manfaat karena anak bisa menuangkan ide dengan berbagai cara. Menggambar jadi alat sehat untuk menuangkan ide, pikiran, dan emosinya.
Manfaat lainnya yakni dapat meningkatkan kognitif dan belajar sebab akibat seperti mencampur warna, menambah goresan di gambar sehingga mencapai hasil gambar yang serasi.
Dengan menggambar, kemampuan motorik halusnya dapat berkembang karena terstimulasi oleh koordinasi mata dan tangan.
Sumber: Antara