Dari Mana Sebuah Cerita Bermula? 

March 28, 2023
Uncategorized

Arifin

Dari mana sebuah cerita dapat bermula? Diawali, dirajut, hingga rampung. Secara sederhana, menurut teori, suatu cerita merupakan drama tiga babak yang terdiri dari set up, konflik, resolusi. Drama tiga babak ini pada pengejawantahannya dapat diutak-atik. Seperti film aksi sebagai contoh, yang sejak menit-menit pertama, langsung mencuri perhatian dengan aksi menegangkan. Dalam hal ini film Mission Impossible, James Bond, dapat diambil sebagai contoh, yang menyertakan konflik di “halaman pertama” filmnya.

Dari mana sebuah cerita dapat bermula? Bak kamera dengan berbagai angle, Anda dapat memulainya dari mana saja. Sebagai contoh jika latar tempatnya di suatu kedai kopi, Anda dapat memilih untuk membidik mesin kopi sebagai cerita awal, cerita tentang pelanggan yang menunggu kopi, kopi tertentu yang dipilih si pelanggan, bangunan kedai kopi tersebut, dan sebagainya.

Dari mana sebuah cerita dapat bermula? Anda dapat meraciknya dari pengalaman sendiri, pengalaman teman-kerabat, dan sebagainya. Lalu dalam pengerjaan itu, Anda dapat memadukannya dengan fantasi, riset tertentu.

Dari mana sebuah cerita dapat bermula? Bahkan untuk urusan subyek pun dapat beragam. Bisa penokohannya dari benda mati, binatang, tumbuhan. Penulis Dewi Lestari pernah menggunakan kecoa sebagai sudut pandang dan pemeran utama cerita pendeknya. Bagaimana kiranya ketika si kecoa jatuh cinta kepada manusia. Tentu ada masih banyak contoh lainnya, seperti Animal Farm karya George Orwell, dimana terjadi pemberontakan para binatang (tokoh utamanya para binatang), serta disandingkan dengan kehidupan sosial-sejarah-politik manusia yang semenjak cerita tersebut digulirkan hingga sekarang masih relevan.

Dari mana sebuah cerita dapat bermula? Hal tersebut dapat diawali dengan sesuatu yang mungkin dilihat orang lain biasa-biasa saja. Namun dengan penghayatan, pengolahan kata yang baik, menjadi cerita yang menarik.

Dalam hal ini menurut hemat saya karya tetralogi Laskar Pelangi dapat menjadi referensi, pun begitu dengan kisah-kisah karya Andrea Hirata lainnya dimana tokohnya merupakan “orang biasa”. Referensi lainnya juga dapat ditemui pada buku karya Dedy Vansophi Rumah Tepi Kali, Orang-Orang Tepi Kali, yang menelaah “orang-orang biasa” dengan pergulatannya.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd