Pentingnya Bersosialisasi Bagi Anak
Arifin
Pada masa pandemi Covid-19 sekolah-sekolah ditutup, pembatasan kegiatan dilakukan. Berbilang waktu kemudian, ada ekses yang nyatanya terjadi. Para ahli menyebutnya sebagai learning loss. Dimana salah satu variabelnya terkait bersosialisasi dari si anak.
Para orang tua dimana anaknya sedang butuh-butuhnya bersosialisasi teramat mungkin merasakan learning loss tersebut. Maka seiring melandainya kasus Corona, upaya untuk memperbaiki sisi sosialisasi dari anak pun dilakukan.
Salah satu caranya dengan mengajak bermain bersama, anak dengan umur yang sebaya. Pada mulanya pada lingkup yang kecil. Misalnya orang tua A mengajak anaknya untuk playdate dengan orang tua B yang juga mengajak anaknya dengan umur sebaya. Jika dirasa telah nyaman, kuantitas anak yang bersosialisasi dalam pertemuan ini dapat ditingkatkan.
Dengan bersosialisasi, anak dapat belajar untuk konsensus dan konflik. Misalnya jika ada mainan tertentu, akankah mereka saling rebutan, serta bagaimana mereka mengatasi hal tersebut.
Bersosialisasi macam ini juga sesungguhnya bermanfaat bagi orang tua. Dengan melihat anak lainnya, bagaimana parenting dari orang tua lainnya, maka dapat menjadi masukan dalam pengasuhan yang kita lakukan.
Dalam hal ini saya mengalaminya secara personal. Ketika melihat langsung, mendampingi anak yang mengikuti sekolah atletik. Jika selama ini saya terpesona dengan kebisaan anak terkait kognitif, seni, ternyata ada celah dalam olah fisik. Dengan bersosialisasi, mengikuti sekolah atletik, saya mendapatkan data pembanding – baik itu dari anak lain yang lebih ajek, kokoh secara fisik, pun begitu dengan kelincahannya. Saya pun lebih belajar untuk memberi jarak pada anak (hal yang saya lihat dari orang tua lainnya).