Sekeranjang Memori
Arifin
Tiba lagi aku di sana
Tempat itu dengan sekeranjang memori
Harapan & kecemasan yang tersampir
Ah, kulihat ada yang tetap bertahan, ada yang berubah
Sekejap merekah memoriku ketika yang ada sejak dulu, masih ada kini
Seakan mata, telinga, aroma, berkalibrasi ke masa lalu
Utas senyum, hangat di hati
Bagaimana dengan perubahan?
Ada yang ku sesalkan,
‘Bagus dulu’
Ada yang ku puji,
‘Wah sudah lebih bagus, lebih enak sekarang’
Itukah kita ketika berpapasan dengan perubahan
Meniti kata harap & cemas
Terlebih jika terkait memori, nostalgia, masa lalu
Ada bagian dari diri yang berkeras, tamasya 100% ke masa lampau
Naif?
Utopis?
Biarlah memori menjadi memori
Yang beberapa perlu digenggam erat-erat
Yang beberapa perlu diikhlaskan pada kodrat zaman
Seperti diri masa kini
Jejak masa lalu ada, tapi tidak utuh seluruh