Menikmati Ruang-Ruang Publik Bersama Anak
Arifin
Salah satu kendala yang dihadapi “anak pandemi” (anak yang tumbuh kembang di era pandemi Covid-19) adalah perihal interaksi dan bersosialisasi. Wajar saja, mengingat kala pandemi, pembatasan kegiatan, interaksi luas tak banyak terjadi.
Seiring semakin terkendalinya Covid-19, serta menuju endemi, berbagai pembatasan tersebut telah dikendurkan. Maka bagi ayah-bunda itulah kesempatan untuk “mengejar ketertinggalan” interaksi dan sosialisasi dari ananda.
Apa saja yang dapat dilakukan? Dengan memanfaatkan ruang-ruang publik merupakan di antaranya. Ruang publik secara biaya juga lebih ramah kantong, karena bebas biaya alias gratis untuk mengaksesnya.
Ayah-bunda dapat bertandang ke alun-alun. Di tanah lapang tersebut, merupakan tempat berkumpulnya masyarakat, serta menjadi dan pusat aneka kegiatan sosial dan budaya. Anak dapat belajar untuk melihat aneka kegiatan, budaya, serta berinteraksi dengan orang lain.
Di samping itu inilah kesempatan untuk melatih kepekaan anak terhadap bunyi. Dikarenakan pada masa pandemi, dengan #DiRumahSaja, indra pendengaran dari anak, bisa jadi belum terbiasa dengan aneka bunyi serta desibel tertentu.
Pun begitu kesempatan untuk meluaskan bentang padangan anak agar dapat melihat jauh, serta memperhatikan aneka hal.
Ruang publik lainnya yang dapat digunakan adalah taman. Seiring revitalisasi sejumlah taman, gunakan kesempatan tersebut untuk berkunjung ke taman-taman yang ada.
Ajak anak beraktivitas, bermain, bergerak di taman. Aktifkan sensori mereka, di antaranya dengan menjejak di rumput taman. Ajak ananda berpikinik di taman. Bisa juga dengan mengajak saudara, teman yang memiliki anak seumuran untuk ikut piknik. Dengan begitu, anak dapat berinteraksi juga dengan rekan sebayanya.