Menulis Dapat Memanjangkan Ingatan
Arifin
Ingatan dapat lamur bersama waktu. Pun begitu terlupakan seiring fokus yang beralih. Salah satu cara efektif untuk memanjangkan ingatan yakni dengan menuliskannya. Dengan begitu apa yang dialami harian, momen-momen tertentu yang menarik, akan lebih dapat ditelusuri dan dicari maknanya di kemudian hari.
Dengan menulis, Anda juga dapat menjadi pengamat yang lebih ulung. Selain mengingatnya di kepala, membuat catatan, Anda pun dapat menggunakan teknologi, seperti kamera ponsel untuk memotret suasana dan informasi penting. Lalu susunlah menjadi tulisan dengan bekal-bekal tersebut.

Ketika ke suatu tempat yang menarik, mengikuti kegiatan yang seru, dengan menuliskannya bak menyiapkan suvenir kenangan yang kapan saja dapat dibuka. Oh ini kenang-kenangan ketika ke tempat ini, ikut kegiatan ini – yang diabadikan melalui tulisan.
Menulis juga dapat memperkaya informasi, sehingga melakukan pengayaan terhadap suatu tema tertentu. Misalnya ketika menulis tentang suatu tempat, informasi yang Anda dapatkan dari pemandu wisata, keterangan di tempat wisata adalah segepok informasi tertentu.
Lalu ketika ingin menuliskannya, timbul rasa penasaran tertentu, Anda pun dapat menelusuri, mencari tahu lebih jauh misalnya mengenai sejarah, pertanyaan sekelebat yang melintas di kepala. Lalu ketika jawaban telah didapatkan, menjadi jembatan yang dapat terhubung dengan informasi awal yang telah Anda ketahui.
Dengan bekal ingatan, catatan, pengetahuan tertentu, serta terbiasa menulis, seseorang bahkan dapat menghasilkan kombinasi tulisan yang unik. Seseorang dapat menghubungkannya dengan hal yang tak terduga, tapi sesungguhnya terkait.
Hal seperti itulah yang menjadi keunggulan manusia ketika membuat tulisan. Ketika kecerdasan buatan (artificial intelligence) membuat tulisan dengan pola tertentu, manusia dengan daya kreatifnya dapat out of the box – serta menghasilkan tulisan yang bahkan mengagetkan penulisnya sendiri, oh bisa tersambung ya dengan informasi ini.
Menulis dapat bertalian dengan menjadi pengamat yang lebih baik. Di antaranya dengan secara sadar mengingat, mencatat mengenai detail-detail kecil tertentu. Hal tersebut nantinya dapat menjadi “bumbu pelezat tulisan”. Dapat menjadi pembeda dengan tulisan sejenis lainnya, serta memberikan sisi emosional dan personal.