Tik, Tik, Tik, Bunyi Mesin Tik
Arifin
Di taman itu, seorang pemuda bersiap dengan mesin tiknya
Berikan dia beberapa kata, maka ia akan merakitnya menjadi puisi, cerita
Dari bibit aksara, mekar menjadi rimbun pohon kata
Menghubungkan, mengaitkan, menata narasi dari si pemesan, pemberi kata awal
Mesin tik, tidakkah kau rindu pada bunyinya?
Yang bergulat, di kepala, tangan, serta tinta
Setiap huruf, kata, kalimat, dipikir dengan cermat
Agar selamat, dan tak perlu banyak membungkus kertas, menjadikannya bola lecek
Dentang di ujung
Kau yang menyiapkan sehat jari & sehat pikir
Diraut dengan tepat,
Kata-kata
Sejak dulu manusia bercerita
Sabak, kapur, pena, mesin tik, komputer, laptop, hanya mediumnya untuk menyambungkan, mengamplifikasi, mencurahkan, apa yang ada di kepala
Suara mesin tik yang beradu dengan derai hujan di sore itu
Kata-kata tidak mati di sini
Tumbuh berkali-kali