Berkarya Di Taman
Arifin
Bagaimana Anda memaknai taman? Setelah mengikuti “Eksplorasi RTBnya Jakarta: Berliterasi di Ruang Terbuka Biru”, saya mendapatkan insight lainnya, bahwa taman dapat menjadi tempat berkarya. Ya, secara teori hal tersebut telah saya ketahui dan wacanakan, namun dalam praktiknya baru dirasakan.
Kehadiran taman sendiri kini semakin dipahami dan diapresiasi. Terlebih dengan hadirnya taman tematik, revitalisasi taman, maupun sejumlah kegiatan komunitas yang dilakukan di taman.
Pada akhir pekan lalu sejumlah kegiatan dilakukan di taman. Di Tebet Eco Park, selain berliterasi di Ruang Terbuka Biru, juga terdapat komunitas lainnya yang sedang menghelat lomba dan pameran sketsa.
Di Tebet Eco Park (TEP), untuk komunitas disediakan Community Lawn sebagai tempat berkumpul bersama. Ketika mengikuti kegiatan Berliterasi di Ruang Terbuka Biru, setelah mengelilingi aneka zona TEP, titik akhir berada di Community Lawn. Dengan konsep ala berpiknik, alas digelar, dan disana kami pun membuat karya literasi serta berbincang.
Pada hari Minggu (25/6/2023) di Taman Langsat, Earhouse Songwriting Club dan Sobat Air Jakarta menggelar “Eksplorasi RTBnya Jakarta: Nyore Sambil Jamming Bareng Earhouse Songwriting Club”. Disana para peserta berkesempatan untuk urun rembug membuat lagu berdasarkan apa yang dipetik hari itu.
Di taman, seseorang dapat menikmati udara segar di kota. Seseorang juga dapat belajar lebih dekat dengan alam. Grounding dengan menginjak rumput taman pun diperkenankan. Ataupun berjalan mengelilingi aneka pepohonan yang ada di taman, sembari mereguk inspirasi. Seseorang dapat pula dengan “bekal” tersebut, menyiapkan peralatannya, mengalokasikan waktu tertentu, untuk berkarya di taman. Mungkin menulis puisi, cerita pendek, membuat sketsa, ataupun menulis lagu. Ada begitu banyak aneka karya yang dapat lahir di bawah rimbun pepohonan, semilir angin taman.