Luka Terbuka Tak Perlu Ditutup 24 Jam
Arifin
Seseorang yang mengalami luka terbuka semisal akibat jatuh tidak perlu menutupnya semisal dengan plester khusus luka selama 24 jam. Ditutup tidak harus 24 jam, bila tidak terekspos boleh dibuka. Luka ditutup sebenarnya tujuannya agar jangan basah kena air, karena di dalam air ada bakterinya.
Menutup luka membantu menjaga area kulit yang terluka lembab yang mempercepat pemulihan. Walau tak berarti seseorang harus terus mengenakan perban atau plester luka dan tidak melepasnya.
Adapun sebelum melakukan perawatan pada luka terbuka, baiknya seseorang memastikan kondisi tangannya bersih dengan mencucinya terlebih dulu dengan air. Setelahnya periksa ada atau tidaknya pendarahan.
Lihat apakah ada pendarahan atau tidak, kalau ada ditutup jangan sampai mengalir terus darahnya. Bila terus mengalir darahnya bawa ke rumah sakit, yang biasanya langsung dijahit.
Baiknya bersihkan luka dengan air mengalir. Antiseptik juga dapat digunakan, misalnya yang berbahan dasar povidone iodine karena dapat mencegah terjadinya infeksi pada luka sekaligus cairan pembersih sebelum tindakan medis.
Perlu diketahui pada luka, yang rusak itu kulit, sehingga benteng terbuka, bakteri gampang masuk. Itulah faedah antiseptik, mencegah bakteri menembus.
Sedangkan tujuan merawat kulit yang luka agar sel-sel bisa beregenerasi menjadi sel baru, serta tidak terganggu bakteri.
Sumber: Betadine, Antara