Siapa Yang Senang Dengan Kekalahan?
Arifin
Kekalahan dan kemenangan merupakan hal yang senantiasa silih berganti. Benar kiranya apa yang diungkap pada lirik Hidup Adalah Perjuangan dari band Dewa 19:
kemenangan hari ini bukanlah berarti
kemenangan esok hari
kegagalan hari ini bukanlah berarti
kegagalan esok hari
Tak hanya sekadar hasil, yang terutama adalah ikhtiar dan tawakal. Ada upaya dengan sungguh, seluruh. Serta iringi pula dengan doa. Semoga dengan pemahaman tersebut dapat lebih lapang menerima kekalahan.
Apa sebab kekalahan dapat terjadi? Bisa jadi karena preferensi dari juri. Bukan berarti karya seseorang tidak bagus, namun ada kecondongan, selera juri, yang bermuara pada karya tertentu yang menjadi pemenangnya.
Maka salah satu resep ikhtiar dalam perlombaan, yakni dengan mengetahui sekiranya apa sih selera juri. Bukan resep mutlak memang, namun paling tidak menerka apa kiranya yang menjadi kegemaran, preferensi juri.
Kekalahan juga hendaknya menjadi kesempatan untuk mawas diri. Mungkin saja ikhtiar dan tawakal yang dilakukan masih belum optimal. Mungkin pula dalam kontestasi, terdapat peserta yang memang lebih bagus dari diri. Dan peserta tersebut lebih tekun, telah menghabiskan jam-jam yang lebih panjang dibandingkan dengan diri.
Semoga kiranya kekalahan tidak membuat menjadi “patah” berkepanjangan. Kecewa, sedih, adalah hal yang wajar. Namun, selaiknya ‘yang patah, tumbuh’ – masih ada kesempatan lainnya.
Berani gagal, berani menghadapi kekalahan, memang dapat menjadi jalan yang sunyi, tapi bila ditempuh dapat mematangkan diri. Seperti istilah ‘menang banyak orang tuanya, kalah yatim piatu’, ya kekalahan dapat menjadi jalan yang sunyi, bahkan hingga mempertanyakan kemampuan diri, namun upayakan untuk tetap berusaha dan berdoa.