Mengupayakan Anak Aktif Mencoba Dan Menempuh Ragam Cara 

July 25, 2023
Uncategorized

Arifin

Akhir pekan lalu kami sekeluarga mengikuti Suka Cita Perayaan Hari Anak Nasional di Tebet Eco Park yang dihelat Indonesia Mengajar dan Ayo Ke Taman. Acara tersebut dapat diikuti oleh anak dari berbagai rentang umur.

Bagi anak-anak usia 0-6 tahun dapat bergabung di Kids Corner. Beragam keseruan yang aman dan mendukung perkembangan anak-anak usia 0-6 tahun dalam hal audio, visual, maupun motorik. Dikarenakan anak kami berumur 4 tahun maka bergabunglah ia di Kids Corner. Terdapat sesi aktivasi bersama Domikado dan sesi aktivitas bersama Rumah Mainstream.

Menarik adanya kala beraktivitas bersama Rumah Mainstream. Ananda diajak melalui alat sederhana untuk memaknai STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). STEAM sendiri merupakan pendekatan pembelajaran yang mengkolaborasikan seperangkat ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika untuk membantu anak mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan sebagai bekal di masa depan.

Aktivitas sederhana dilakukan, berbekal sedotan dan kertas. Dari kedua alat itu, anak diminta untuk mencari cara agar kertas dapat melontar, terbang. Mencari caranya dilakukan anak, disertai bimbingan dari instruktur Rumah Mainstream. Yang menariknya menurut hemat saya yakni cara yang digunakan serta dorongan kata yang dipilih.

Anak diajak untuk aktif menemukan sendiri caranya, tak sekadar pasif mengikuti contoh dari para instruktur. Berbagai pertanyaan pemantik diajukan. Pun begitu dengan dorongan semangat bahwa ada berbagai cara yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan.

Apakah Anda akrab dengan kalimat bernas berikut, “Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results – Kegilaan: melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda”. Inti dari kalimat tersebutlah yang diwujudkan pada aktivitas STEAM, bagaimana anak diyakinkan bahwa jika gagal, belum berhasil, ananda dapat mencoba dengan cara lainnya.

Saya pun teringat dengan buku The Geography of Bliss (GOB) karya Eric Weiner. Eric mengungkap budaya orang Islandia yakni menerima kegagalan dan mendorong orang untuk mencoba segala hal. Bagi mereka, kegagalan hari ini dapat ditebus besok.

Berani mencoba, mencoba berbagai cara – kiranya merupakan bekal, sikap hidup yang diperlukan oleh manusia dalam lanskap kehidupannya.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd