Yuk, Cegah Peningkatan Sampah Makanan Dari Rumah
Arifin
Kemampuan rumah tangga dalam mengelola pangan dengan baik dapat mencegah peningkatan sampah makanan yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Sebagai informasi, food waste (sampah sisa makanan yang telah diolah) dan food loss (sampah makanan mentah yang tidak bisa diolah) dalam rumah tangga biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tiadanya perencanaan yang baik untuk kebutuhan pangan keluarga, kurangnya penyiapan bahan pangan dalam wadah dengan jumlah yang biasa dikonsumsi.
Lalu tata simpan makanan yang kurang sesuai dengan jenis dan karakteristiknya juga menjadi penyebab sampah makanan. Misalnya, kentang dan bawang tidak perlu disimpan di kulkas. Kemudian, olahan pangan yang masa simpannya lebih pendek, selaiknya ditata terlebih dahulu agar lebih terlihat. Jangan lupa pula untuk cek tanggal kadaluarsa pada produk makanan.
Food waste dan food loss di lingkup rumah tangga, juga terjadi karena kurangnya kesadaran mengolah kembali makanan yang berlebih menjadi menu baru, kesadaran membagikan makanan berlebih kepada yang membutuhkan, kurangnya memanfaatkan bagian bahan pangan yang berpotensi terbuang menjadi menu makanan.
Dalam lingkup lebih luas, pelepasan emisi gas rumah kaca yang berperan pada perubahan iklim dapat lebih ditekan bila sampah makanan tertangani. Kala sampah organik, seperti sisa makanan dapat ditangani agar tidak masuk TPA, potensi pelepasan gas rumah kaca dapat dikurangi secara signifikan.
Sampah makanan di rumah dapat dikelola, di antaranya dengan mengolahnya menjadi kompos dengan memanfaatkan lubang biopori.
Sumber: Antara