Menilik Penyebab Anak Terlambat Bicara
Arifin
Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) faktor terbesar anak yang terlambat bicara adalah dipengaruhi dari stimulasi yang kurang dari pola pengasuhan. Masih dari data tersebut, penyebab terbesarnya karena gangguan input stimulasi sehari-hari. Lalu penyebab lainnya karena gangguan pada pendengarannya dan gangguan pada otaknya.
Jika dirangkum penyebab anak terlambat bicara, karena ada kerusakan otak yang menyangkut daripada proses aktivitas kelistrikan bicara otak anak, gangguan pendengaran, disfungsi daripada input stimulasi sehari-hari.
Ada pun faktor kurangnya stimulasi dikarenakan anak telanjur kecanduan gawai yang menyebabkan waktu layar (screen time) yang meningkat. Lalu apa yang bisa dilakukan orang tua? Ayah-bunda dapat menerapkan metode time out untuk menurunkan screen time dan mengimbangi dengan aktivitas di rumah yang melibatkan interaksi.
Kegiatan di rumah yang bersifat responsif, mengajak interaksi dengan permainan fisik seperti berlari, melompat, atau non fisik seperti menggunting, menempel, bermain air.
Selain itu keterbatasan kemampuan bicara anak juga bisa dikarenakan banyaknya paparan bahasa lain selain bahasa baku atau bahasa ibu yang digunakan sehari-hari. Baiknya bila anak belum fasih berbicara bahasa baku yang dipakai sehari-hari, jangan dikenalkan dulu bahasa kedua yang jarang diucapkan di sekitar lingkungannya agar anak tak kesulitan menyerap bahasa.
Para orang tua baiknya jangan menggunakan dua bahasa atau bilingual pada anak yang terindikasi terlambat bicara. Gunakan bahasa baku terlebih dahulu untuk memperkaya kosakata anak. Bila telah fasih, bahasa kedua dapat mulai diterapkan secara perlahan agar anak tak terbebani dengan banyak bahasa.
Sumber: Antara