Anda “Tim Olahraga Pagi Atau Malam”? 

September 11, 2023
Uncategorized

Arifin

Olahraga pagi atau malam keduanya sesungguhnya sama baiknya selama dapat dilakukan secara konsisten dan tubuh dalam keadaan siap. Jika bisa bangun pagi, olahraga pagi dapat dilakukan. Jika tak mampu pada pagi, olahraga malam juga tak jelek, namun tubuh harus siap.

Bila ingin olahraga di malam hari, baiknya tidak melakukan latihan fisik dengan intensitas berat apalagi setelah melakukan aktivitas berat sebelumnya. Saran lainnya yakni menghentikan olahraga malam 1-2 jam sebelum tidur agar tetap mendapatkan kualitas tidur yang baik serta mencegah cedera pada sesi latihan berikutnya dan penyakit lain akibat kurang tidur.

Jangan sampai bila olahraga malam, mengganggu jam tidur, karena setelah selesai olahraga badan enggak pengin tidur, nanti akan begadang karena efeknya olahraga meningkatkan hormon senang jadi akan bersemangat melakukan sesuatu.

Dalam melakukan aktivitas fisik, tubuh yang siap sangat penting untuk mencegah terjadinya sudden death atau meninggal mendadak. Sudden death dapat terjadi pada semua orang yang berolahraga, baik pada atlet maupun orang awam karena beberapa faktor. Yang paling umum dikarenakan masalah pada jantung.

Maka yang perlu dilakukan saat latihan fisik dengan memperhatikan faktor baik dari segi kesiapan dan kelengkapan olahraga benar dari segi tahapan latihan, terukur dari lamanya waktu latihan dan teratur dari segi waktu.

Latihan fisik yang baik yakni latihan fisik yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan kemampuannya, serta dilakukan di lingkungan yang sehat, aman, nyaman, tidak rawan cedera, dan menggunakan pakaian dan sepatu yang nyaman.

Latihan fisik yang benar merupakan latihan fisik yang dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemanasan (termasuk peregangan), latihan inti (latihan pada intensitas yang dituju), latihan pendinginan (termasuk peregangan).

Ada pun beberapa keluhan yang juga tak boleh diabaikan selama berolahraga, yakni bila terjadi nyeri dada dan kelelahan berlebihan, pegal yang tak kunjung hilang lebih dari dua minggu, jantung berdegup lebih cepat hingga tidak bisa bernapas dengan baik, sakit kepala berlebihan dan kaki yang tiba-tiba kaku.

Sumber: Antara, Kemenkes RI

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd