Tak Terkatakan Dalam Kata 

September 12, 2023
Puisi

Arifin

Diamnya adalah ceritanya

Dari raut wajahnya itulah gelombang emosinya

Tak terkatakan dalam kata

            Ia mengingat masa-masa dulu

            Tempat riuh rendah semua penampang emosi terceritakan

            Marah, dibelai rambutnya

            Sedih, ditenangkan dengan pelukan

            Kecewa, seutas senyum hangat diulurkan

Orang itu, tempatnya menumpahkan rona perasaan telah tiada

Lalu langit yang tinggi pun seakan menyusut jaraknya

Bak terdampar di planet bernama bumi

Planet yang menjadi sunyi lagi dingin

            Kemana tempat mengadu?

            Isak tangis diam-diam di malam temaram

            Kepada-Mu duka disampaikan

            Namun, jiwa yang rapuh mengeluh, manusia adalah makhluk bercerita

            Ia kehilangan tambatan, jangkar untuk melarung racun pikiran & kata-kata

Ia mengistirahatkan kata-kata keluhnya kepada sesama

Diamnya, raut wajahnya yang berbicara

Kepada-Mu kata-kata luka & duka dilayarkan

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd