Keris: Teknologi, Seni, & Spiritual 

September 13, 2023
Uncategorized

Arifin

Pernah menonton film Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal? Ya, keris memang tersebar di banyak wilayah. Penggunaan keris tersebar pada masyarakat penghuni wilayah yang pernah terpengaruh oleh Majapahit, seperti Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, pesisir Kalimantan, sebagian Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan dan Filipina Selatan (Mindanao). 

Di Malaysia, dalam kultur monarki yang kuat, keris menjadi identitas kemelayuan. Ada pun keris ditempatkan di pinggang bagian depan dalam upacara-upacara kebesaran di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei, dan Filipina.

Keris didefinisikan sebagai senjata tajam bersarung, berujung tajam, dan bermata dua (bilahnya ada yang lurus, ada yang berkeluk-keluk). Pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam peperangan, sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian.

Saat ini, penggunaan keris lebih banyak sebagai ornamen pelengkap dalam berbusana adat. Sebagai produk kebudayaan, keris mengandung sejumlah nilai luhur kebudayaan pembuatnya yang disimbolkan dalam berbagai bagian keris. Selain itu, keris juga marak menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya.

Keris dapat dikaitkan dengan teknologi metalurgi pada masa lampau, seni, serta sisi spiritual. Seni tempa keris menunjukkan betapa tinggi teknologi metalurgi yang dikuasai pada masa itu.

Sebagai karya budaya adiluhung, keris lahir melalui proses panjang dan dilandasi nilai-nilai budaya dan spiritual yang sarat makna. Bahan dasar keris seperti besi, baja, meteorit, dan nikel ditempa berulang-ulang hingga menghasilkan guratan-guratan motif abstrak ataupun figuratif yang disebut pamor.

Seorang pembuat keris (empu) mendalami ilmu spiritual, ilmu psikologi, ilmu anatomi, seni bela diri, bahasa tanda lingkungan atau zaman, dan dilandasi kemampuan sastra yang tinggi. Keris dikerjakan dengan penuh ketelitian serta visualisasinya sarat makna simbolis, sehingga keris yang dihasilkan seolah-olah hidup dan memiliki jiwa.

Keris memiliki fungsi dasar sebagai senjata dan fungsi penting berkaitan daur hidup manusia dari lahir hingga meninggal.

Sumber: Kementerian Pendidikan RI, Museum Gajah

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd