Dari Mana Memulai Untuk Menulis?
Arifin
Bila dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, menulis lebih mudah untuk dilakukan. contohnya, bila dibandingkan dengan era mesin tik dahulu. Untuk mengerjakan satu tulisan, dibutuhkan effort yang lebih besar, baik secara tenaga, sisi motorik untuk mengetik di mesin tik, serta memperbaiki bila ada kesalahan.
Pun begitu dengan produk tulisan, dapat bermuara di banyak platform. Contohnya Tajria yang merupakan platform perkongsian ramai, dimana pelbagai artikel menarik dikongsikan berbentuk informasi, tutorial, pengalaman hidup, dan sebagainya. Sertai hari ini, dan mula terbitkan artikel anda di Tajria.
Lalu apa kiranya yang masih menjadi hambatan untuk menulis? Menurut hemat saya, salah satunya dikarenakan belum terbiasa untuk menuangkan pikiran, keresahan, harapan, dalam bentuk tulisan.
Lalu, darimana memulainya? Seseorang dapat memulainya dari hal yang paling disukai dan dikuasainya. Cobalah dari hal tersebut dituangkan menjadi tulisan.
Memulai untuk menulis, juga bisa dilakukan dengan memilih tema yang terdekat. Bisa dengan terkait dengan kehidupan sehari-hari, di sekitar tempat tinggal, sehingga narasumbernya pun dapat terjangkau.
Memulai untuk menulis juga bisa dilakukan dengan tak terlampau berpikir begitu jauh. Tepiskan segala kekhawatiran. Anggap saja ini sebagai keterampilan, serta sebagai medium untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan.
Memulai untuk menulis juga dapat dilakukan dengan “berburu referensi”. Di antaranya dengan membaca karya-karya yang sekiranya setipe dengan tulisan yang akan Anda buat. Dengan begitu selain menguatkan sisi pengetahuan, juga akan mendapatkan angle untuk menulis. Oh ternyata tema ini bisa diangkat dari sisi ini – sebagai contoh.
Memulai untuk menulis juga dapat dilakukan dengan melakukan pencatatan ide, maupun hal-hal menarik di perjalanan. Catat saja ide yang melintas. Menemui hal menarik di perjalanan? Anda dapat memfotonya, memvideokannya, mencatat poin-poin penting menariknya – lalu eksekusi menjadi tulisan.