Membuat Ragam Karakter Di Novel
Arifin
Apa yang membuat menulis novel begitu sulit? Menurut hemat saya salah satu alasannya karena begitu banyak tokoh dan karakter yang terlibat. Karakter merupakan salah satu elemen kunci bagi berhasilnya sebuah novel.
Lalu, adakah cara yang dapat dilakukan untuk menyintas permasalahan kompleks dan banyaknya karakter di novel? Dalam hal ini, seseorang dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, yakni dengan mendengar siapa saja, melihat dari sudut pandang orang lain. Ada empati, ada coba memahami bagaimana suatu peristiwa dimaknai oleh orang A, orang B, orang C, yang memiliki ragam latar belakang.
Cobalah telusuri novel-novel best seller favoritmu, tidakkah rentang karakternya beragam? Tiap karakternya unik, hidup. Seseorang yang ingin menempuh jalan menjadi penulis novel, dapat mengasah perspektif dengan menggunakan panca indranya dalam melihat ragam manusia.
Perhatikan dengan mata aktivitas dari ragam manusia. Anda pun dapat mencatat ide dari amatan tersebut. Gunakan indra penciuman, hal tersebut bisa digunakan misalnya untuk menggambarkan kuliner tertentu, aroma dari suatu tempat, dan sebagainya.
Gunakan indra pendengaran, ada dialek, ada dialog, yang dapat Anda tangkap dari manusia-manusia yang beraneka macam.
Anda pun dapat berimajinasi, serta melatih multiperspektif. Cobalah dengan mengajukan satu permasalahan, lalu dialog apa yang digunakan tokoh A, tokoh B, tokoh C, untuk menyikapi masalah tersebut. Tindakan dan pemikiran dari tokoh-tokoh yang ada pun bisa berbeda-beda pula.
Pernyataan dari penulis novel To Kill a Mockingbird, Harper Lee dapat menjadi panduan dalam memahami ragam karakter, “Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya…hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.”
Ketika melihat tokoh, motif dari karakter tersebut dapat merujuk pada pendapat klasik dari ilmuwan Harold Lasswell yang mendefinisikan politik sebagai ‘Who gets what, when and how’. Dengan memahami hal tersebut, kiranya cerita novel Anda dapat menjadi logis serta menggugah emosi pembaca.