Kala Memasak Menjadi Hiburan Yang Menyenangkan
Arifin
Siapa yang tak suka kuliner? Rasa-rasanya salah satu kenikmatan di dunia, ya kuliner. Menikmati kuliner, maka tak mengherankan sejumlah cabang terkaitnya pun menjadi hal yang ditelusuri. Di antaranya memasak.
Chef Edwin Lau mengutarakan “tekanan” memasak di depan penonton dengan “tekanan” memasak di dapur tertutup sangatlah berbeda.
“Di depan penonton, performance adalah segalanya. It’s about entertainment,” tulis Edwin Lau di akun Instagram-nya.
“Itulah mengapa makanan-makanan yang terlihat ‘sempurna’ bertebaran di sosial media, mayoritas merupakan hidangan yang dibuat secara teknis dan terkontrol di dalam dapur tertutup, dan bukan yang dibuat sewaktu cooking demo di depan massa yang banyak. Karena memasak secara off-air mengandung terlalu banyak elemen yang sulit dikendalikan 100%. Sedangkan dapur tertutup semuanya terkendali, terstruktur, dan tertata dengan baik. It is somewhat, ‘easier’,” lanjut Edwin.
Walau begitu, bukan berarti keduanya tak bisa disatukan. “Malahan makin banyak dapur tertutup yang ‘menjual’ sisi entertainment-nya dan cooking demo yang ‘menjual’ sisi kualitasnya,” jelas Chef Edwin.
Memasak menjadi hiburan yang menyenangkan – mungkin itulah kiranya yang menjelaskan acara memasak di televisi ataupun YouTube yang ramai peminatnya; atau juga sejumlah kompetisi memasak membetot perhatian. Sebut saja kompetisi memasak itu seperti MasterChef, Allez Cuisine, Hell’s Kitchen, Iron Chef, Top Chef, Cooking Master, dan sebagainya.
Memasak menjadi hiburan yang menyenangkan – maka tak mengherankan cooking demo menyertai berbagai acara. Ada interaksi, komunikasi, ataupun memilih dari bahan yang mudah.
Sejumlah restoran dimana koki memasak di depan pelanggan pun menjadi pengalaman kuliner unik. Tak hanya melihat memasaknya secara langsung, pelanggan pun dapat bercengkerama, ngobrol dengan sang koki perihal makanan yang disajikan.
Memasak menjadi hiburan yang menyenangkan – maka open kitchen menjadi visual yang membawamu pada wisata kuliner.
Pernah mencicipi langsung Nasi Goreng Kebon Sirih? Proses memasak yang memperlihatkan tumpukan nasi goreng di atas wajan besar menjadi daya tarik tersendiri, bahkan sering disebut sebagai atraksi.
Pakar kuliner William Wongso mengutarakan mengenai “atraksi” Nasi Goreng Kebon Sirih tersebut. Menurutnya hal tersebut pintar, dalam cara mereka melakukan showcasing-nya.
“Ditumpuk seperti gunung. Orang lapar dari mata, atraksi. Ke restoran sekarang, melihat yang masak. Dulu tukang masaknya diumpetin. Dia tunjukkan bahan, bahan mentahnya seperti ini, kita olah,” jelas William membedah atraksi masak.
Memasak menjadi hiburan yang menyenangkan – bahkan dengan melihat di warung kaki lima, ketika pedagangnya memasak pun bisa menjadi petualangan kuliner yang sederhana namun berkesan.
Memasak menjadi hiburan yang menyenangkan – ketika melihat orang terdekat sedang memasak di dapur, pengalaman kuliner yang sifatnya personal serta terekam di memori.