Tumbuh Bersama Majalah Anak-Anak 

October 16, 2023
destinasi

Arifin

Bagaimana akhir pekan Anda? Telah mengisi energi secara cukup untuk mengarungi hari Senin-Jumat ke depan? Pada akhir pekan kemarin, kami sekeluarga berkunjung ke Pameran “Growing Up with Bobo” di Lantai 2 Gedung Erasmus Huis Jakarta – Pusat Kebudayaan Belanda.

Pameran “Growing Up with Bobo” akan berlangsung hingga 19 Oktober 2023. Cukup banyak pengunjung yang datang pada Sabtu (14/10). Hal tersebut terlihat dari antrean di depan pagar masuk serta padatnya pengunjung yang berada di area pameran.

Menurut hemat saya, antusiasme pengunjung dikarenakan pemberitaan di media, maupun informasi yang tersebar di media sosial. Di samping itu, banyak pula orang yang merasakan “Growing Up with Bobo” serta ingin merasakan nostalgia.

Di samping itu, Sabtu kemarin merupakan momentum akhir pekan terakhir untuk mengunjungi pameran tersebut. Dikarenakan hari Minggu pameran tersebut tutup.

Dalam pandangan mata, terlihat sejumlah keluarga yang membawa anaknya. Hal yang mengindikasikan bahwa “Growing Up with Bobo” benar adanya. Bagaimana majalah Bobo telah berusia 50 tahun, menginspirasi generasi demi generasi, serta dikenalkan kepada generasi yang lebih belia kini.

Lalu apakah hubungan antara majalah Bobo Belanda dan Indonesia? Sebagai pengetahuan, seperti dilansir majalah Bobo Edisi Koleksi 50 Tahun, majalah Bobo terbit pertama kali pada 14 April 1973. Cikal bakal majalah ini adalah halaman anak-anak di Harian Kompas.

Atas prakarsa P.K. Ojong bersama Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia, halaman anak-anak ini dikembangkan menjadi majalah anak-anak. Bekerja sama dengan Majalah Bobo dari Belanda, pengasuh halaman anak-anak Kompas kemudian membuat Majalah Bobo Indonesia.

Sebagian isinya berasal dari bahan-bahan di Majalah Bobo Belanda yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sebagiannya lagi meneruskan rubrik dari halaman anak-anak Kompas.

Perihal Majalah Bobo Belanda yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dalam pameran tersebut diperlihatkan hal itu. Disandingkan majalah Bobo Belanda serta terjemahannya yang ada di majalah Bobo Indonesia.

Kini isi majalah Bobo seluruhnya dibuat dan dikerjkan oleh staf redaksi Bobo Indonesia. Isi dan penampilannya pun semakin bervariasi. Hanya nama dan karakter tokohnya tetap Bobo.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd