Hal Yang Kau Lakukan Berulang Kali
Arifin
Hidup kerap kali adalah pengulangan demi pengulangan. Maka salah satu hal yang sulit diubah adalah karakter. Dikarenakan telah melekat serta telah memiliki “jam terbang” pengulangan yang begitu panjang.
Pernah dengar istilah ‘lagu lama perilaku manusia, kita lebih baik mati daripada berubah?’ Yups, berubah dan melakukan perubahan memang memerlukan effort. Bahkan ketika kita tahu, sadar, bahwa perubahan yang dilakukan itu sesungguhnya untuk kebaikan.
Membiasakan perubahan merupakan langkah cerdas lagi jitu. Di antaranya dengan mengetahui batas dalam mencoba. Siapa yang telah tahu tak berhasil masih diulang-ulang lagi? Seperti petikan kalimat berikut, ‘Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results’.
Mari coba telusuri, dengan memetakan masalah yang ada, lalu cobalah berbagai cara dan pendekatan yang berbeda untuk menemukan solusi.
Terkait solusi, apa yang menjadi jawaban hari ini, belum tentu menjadi jawaban esok hari. Maka perlu kiranya untuk beradaptasi, mengevaluasi.
Lantas, apakah kiranya hal yang dilakukan berulang kali selalu perlu dikoreksi? Pada beberapa hal ya, pada beberapa hal tidak. Melakukan hal yang sama berulang kali misalnya, dapat menjadi cara untuk mengasah keterampilan.
Bersama jam-jam panjang, melakukan aktivitas hal yang sama. Tidakkah keterampilan akan semakin hebat serta berpengalaman? Bila ditelaah, keterampilan, kemampuan yang Anda banggakan, kemungkinan merupakan buah dari hal yang dilakukan berulang kali, begitu intens.
Progres dari sesuatu juga dapat terlihat manakala melakukan hal yang sama berulang kali. Seperti olahraga, bila rutin berolahraga, secara perlahan tubuh akan terbiasa, terlatih, serta memiliki daya tahan yang lebih baik. Melakukan hal yang sama berulang kali juga merupakan ketekunan, serta dapat menjadi personal branding Anda. Untuk melakukan personal branding diri tak hanya dalam semalam, instan – melainkan sejatinya dengan terus mengampanyekan diri melakukan aktivitas tertentu.