Perihal Pertanyaan Anak
Arifin
Film Petualangan Sherina 2 mengingatkan kembali sejumlah tanya:
Mengapa bintang bersinar?
Mengapa air mengalir?
Mengapa dunia berputar?
Pertanyaan, hal tersebut identik dengan anak. Lalu sebagai sosok yang lebih senior, telahkah kita menyikapi tanya anak dengan benar?
Pertanyaan anak lazimnya lahir dari ingin tahunya, observasinya, maka dengan bertanya, sesungguhnya anak sedang belajar. Lalu, apa yang dapat dilakukan orang tua terhadap sejumlah tanya anak? Bila bisa menjawabnya, jawablah dengan bahasa yang dimengerti anak.
Bila belum tahu, cobalah cari tahu jawabannya. Dengan pengetahuan yang semakin terbuka, memungkinkan orang tua untuk menjelajah menemukan jawab dari pertanyaan anak.
Dalam menjawabnya pertanyaan anak pun, tak sekadar bak centang yang terselesaikan – melainkan hadir secara penuh, serta sebisa mungkin memberikan jawaban yang utuh. Orang tua dapat menggunakan analogi dari hal terdekat serta pengalaman antara ananda dengan Anda.
Jadilah sahabat bagi anak Anda. Dengan begitu ragam pertanyaan yang ingin diketahuinya, ditumpahkan kepada Anda. Dengan begitu ada kedekatan pula, serta Anda tahu mengenai alam pikiran anak.
Menjaga daya tanya dari anak juga penting adanya. Dengan begitu anak menggunakan panca indranya untuk melakukan observasi. Hal ini selaiknya distimulasi dengan pertanyaan pemantik kepada anak, ataupun mengajak anak ke sejumlah tempat yang sekiranya memancingnya untuk bertanya ini-itu.
Bagaimana kiranya jika Anda kesulitan dan tak dapat menjawab pertanyaan anak? Jujurlah bahwa Anda belum bisa menjawabnya, serta mari bersama-sama mencari tahu. Dengan begitu, anak pun memiliki growth mindset serta ikut serta menjelajahi jawaban atas pertanyaannya.