Kursi Yang Senantiasa Kau Tatap
Arifin
Di atas meja makan, perbincangan terjadi
Bagaimana sekolah, apa yang diresahkan & dikeluhkan?
Jail, saling menggoda kata
Tawa, serta percakapan-percakapan yang melegakan hati, menghangatkan perasaan
Di atas meja makan, kau melepas si sulung yang kuliah di lain pulau
Berkurang riuh di meja makanmu
Kursi yang senantiasa kau tatap
Lalu, kau melepas anak-anakmu yang lainnya,
Kuliah, bekerja, menikah
Tinggallah kau berdua
Memperbincangkan hal-hal yang luput sebelumnya, sembari sedikit-banyak mengabsen kabar anak-anakmu yang tersebar di penjuru bumi
Sampai tiba hari itu
Meja makan itu, tempat yang dulu kau seru & puji, menjadi seperti mesin waktu
Ragamu di sini, tapi pikiranmu terkecoh, berkelana terus ke masa lalu
Di atas meja makan
Kursi-kursi yang kau tatap