Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan
Arifin
Tips mengatasi anak yang susah makan yakni dengan memperbaiki pola jadwal makannya sejak masih ASI. Jadi anak itu ada lapar dan kenyang, itu yang dibetulkan. Dan begitu telah diatasi, sudah progres.
Terdapat beberapa macam anak sulit makan, yakni anak yang hanya mau makan makanan tertentu saja (picky eater), ada juga tidak suka bentuk makanan apapun (selected eater). Namun orang tua tetap harus memenuhi empat jenis makanan yaitu karbohidrat, sumber protein hewani, sayur, buah.
Pola makan anak yang benar harus dilakukan sejak bayi masih mengonsumsi air susu ibu (ASI) dan melihat tanda lapar anak. Orang tua dapat tahu kebiasaan lapar bayi yang biasanya berkisar 1,5 hingga 2 jam. Orang tua yang responsif terhadap sinyal lapar anak akan menciptakan hubungan yang kuat dan akan menumbuhkan perasaan kepercayaan dasar (basic trust) anak bahwa ada yang menyadari tanda laparnya.
Dari situ anak akan melihat keteraturan yang dibangun orang tua serta menemukan pola lapar dan kenyangnya.
Hal tersebut berlaku ketika anak telah memasuki masa makanan pendamping ASI (MPASI). Idealnya pola makan anak yang memasuki MPASI yakni 3 kali makan utama, 2 kali camilan, dan 3 kali ASI.
Nanti ketika anak semakin besar, lambungnya juga semakin besar, maka makan minumnya semakin cepat. Orang tua juga tetap perlu tahu saat lapar dan kenyang anak.
Adapun untuk perkenalan makanan pada anak harus didasari dengan apa yang dimakan keluarga sehingga anak tidak pilih-pilih makanan, tentu dengan tekstur yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Makanan MPASI juga perlu diberi bumbu agar meningkatkan selera makan anak.
Bila orang tua menemukan anak kesulitan untuk mengenal makanan baru hingga mengubah perilakunya, sebaiknya konsultasikan ke psikiatri untuk diobservasi.
Sumber: Antara