Perlukah Khawatir Terhadap Asupan Garam?
Arifin
Garam (natrium klorida) sudah digunakan untuk mengawetkan makanan serta meningkatkan cita rasa selama ribuan tahun. Namun, apakah garam benar-benar bisa membahayakan kesehatan?
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) merekomendasikan untuk membatasi asupan garam seseorang sebanyak 5 gram per hari, bahkan lebih rendah lagi bila memungkinkan. Berdasarkan sejumlah besar bukti, konsumsi garam dalam jumlah besar berkaitan dengan tekanan darah tinggi, yang pada gilirannya merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke.
Baru-baru ini kelebihan garam juga dikaitkan dengan diabetes tipe 2. Orang-orang yang selalu atau biasanya menambahkan garam ke dalam makanan mereka menunjukkan risiko 39 dan 20 persen lebih tinggi terkena kondisi ini dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah menambahkan garam.
Lalu, apa yang dapat dilakukan? Bila cukup mampu, dalam hal waktu dan keuangan, seseorang bisa mengambil langkah-langkah seperti memasak sebagian besar makanan sendiri dari awal, menghindari makanan siap saji, mengurangi jumlah garam yang ditambahkan ke dalam makanan. Indra pengecap akan menyesuaikan diri seiring berjalannya waktu.
Bawang putih, misalnya, dapat menurunkan tekanan darah, dan bukan meningkatkannya. Seseorang juga bisa meningkatkan asupan buah dan sayuran, dikarenakan berdasarkan bukti terbaru, kalium di dalamnya memiliki efek perlindungan terhadap garam.
Sumber: The Guardian, Antara