Menilik Media Sosial Dalam Sejumlah Karya
Arifin
Media sosial merupakan hal yang melekat dalam keseharian banyak orang. Media sosial memberikan akses, kesempatan, serta berbagai nilai positifnya. Di sisi lain, sejumlah karya menyorot dimensi dari media sosial.
Dalam film, novel, lagu – perihal media sosial menjadi titik pembahasan. Pada film, terdapat Budi Pekerti yang menceritakan Bu Prani, seorang guru Bimbingan Konseling (BK) yang video perselisihannya dengan penguniung pasar meniadi viral di media sosial. Akibat tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan pribadi seorang guru, ia dan keluarganya Muklas, Tita, dan Pak Didit mendapat perundungan, dicari-cari kesalahan lainnya hingga terancam kehilangan pekerjaan.
Video perselisihan Bu Prani dengan pengunjung pasar selama 15 detik itulah yang menjadi hulu, untuk kemudian oleh netizen digubah menjadi meme, video remix, parodi, animasi – yang kesemuanya mem-bully Bu Prani.
Kiranya apa yang dikupas dan diulas film Budi Pekerti tersebut kontekstual dan relevan dengan kondisi kekinian antara manusia dengan media sosial.
Masih terkait media sosial, simaklah lagu Forgot Password yang dibawakan oleh Hindia featuring Nadin Amizah. Simaklah petikan liriknya yang begitu menggambarkan serta layak menjadi refleksi:
Ku yakin kau sama juga seperti aku, benci butuh dunia maya
Segala hal baik ku doakan untukmu, karena ku tahu rasanya
Buat salah di sana, babak belur dicerca
Buat salah di sana, sakiti yang kucinta
Aku tahu kau juga melihat aku buang jiwa di sana
Terbawa apa pun yang terlihat bebas, lupa bawa logika
Buat salah di sana, kematian jadi doa
Buat salah di sana, nilaiku hilang sempurna
Masih terkait dengan media sosial, kali ini dari novel Rapijali karya penulis Dewi Lestari. Sisi media sosial tertuju terutama pada keluarga calon gubernur DKI Jakarta Guntur Putra Sasmita.
Bagaimana dukungan di media sosial terhadap Guntur, forum debat antara calon gubernur yang juga berlanjut di media sosial antarpendukungnya, serta peran buzzer yang mengungkap masa lalu Guntur.