Melenturkan Bahasa Agar Lebih Mudah Dipahami Orang Awam
Arifin
Menulislah sesuai dengan porsinya. Pada beberapa hal, termasuk memilih diksi yang digunakan. Maka ketika menulis, ketahui target pembaca. Dengan mengetahui hal tersebut, maka diksi yang digunakan pun bisa dipilah dan dipilih.
Bila ingin menjangkau sebanyak mungkin pembaca dengan aneka latar belakang sosial, pendidikan, maka teliti betul diksi yang digunakan. Terdapat diksi dari bahasa ilmiah yang praktis dipahami kalangan tertentu saja. Jalan yang dapat digunakan, dengan mengganti diksinya menjadi yang lebih mudah dimengerti. Di samping itu analogi, cerita, pun dapat digunakan untuk menerangkan diksi dari bahasa ilmiah yang dipakai.
Diksi ataupun bahasa teknis tertentu di orang awam dapat menjadi hambatan dalam membaca, dikarenakan telah ruwet terlebih dahulu. Apalagi bila banyak bahasa teknis yang bertebaran di paragraf-paragraf tanpa penjelasan yang memadai. Ingat, tulisan merupakan medium berkomunikasi, menyampaikan pikiran, bukan sekadar pamer pengetahuan ataupun melontarkan banyak bahasa teknis namun kehilangan substansi utama.
Melenturkan bahasa agar lebih mudah dipahami orang awam ini juga sebenarnya dapat “diuji coba” terlebih dahulu. Misalnya dalam perbincangan dengan orang-orang awam. Dari perbincangan itu dapat terdeteksi, oh poin ini tidak dimengerti, oh poin itu dimengerti. Berbekal dari bahan dasar perbincangan itu, lalu tuangkan dalam tulisan. Hebatnya lagi dari perbincangan semacam itu, Anda mendapatkan feedback cara pandang, serta membiasakan untuk menjelaskan konsep dalam bahasa yang sederhana dan dapat menjangkau banyak orang.
Lalu, yang tak kalah pentingnya setelah menulis, yakni membaca kembali tulisan yang dibuat. Dengan begitu dapat diketahui misalnya perlukah menambah atau mengurangi gagasan yang mendukung gagasan utama; telahkah mengalir tulisan yang dibuat, pengecekan terhadap pengetikan, serta mencoba mengerti dari sudut pandang pembaca.