Mengasah Keterampilan Dengan Rutin Menulis 

December 4, 2023
Uncategorized

Arifin

Ingin rutin menulis? Maka Anda perlu untuk senantiasa terkoneksi dengan literasi. Lazimnya seseorang memiliki ‘waktu menulis’. Meski begitu, di luar ‘waktu menulis’, bisa jadi aneka ide bermunculan. Maka tangkaplah ide-ide yang bermunculan tersebut, jangan dibiarkan lepas begitu saja.

Perihal ide, memang dapat datang sewaktu-waktu, namun menangkap dan mencatat idenya dapat diupayakan dan dibiasakan. Selain itu di luar ‘waktu menulis’, dapat menjadi perenungan tentang tulisan (apa yang telah ditulis, apa yang akan ditulis, dan sebagainya).

Belanja ide pun dapat dilakukan di luar ‘waktu menulis’, baik itu dengan ke sumber premier, berbincang dengan narasumber, atau sesederhana berbincang dengan orang-orang. Maka, bisa jadi secara kuantitatif, ‘waktu menulis’ dalam sehari 4 jam, namun sesungguhnya lebih banyak waktu yang dialokasikan untuk itu.

Menulis juga perihal konsistensi serta jangka panjang. Seperti misalnya, bila Anda ingin membuat novel, maka hari-hari yang ada merupakan upaya untuk mencicil novel tersebut. Ibarat kalimat bijak “sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain”.

Perihal konsistensi dalam menulis, merupakan hal yang tak semudah itu. Dikarenakan bisa jadi ada hari-hari dimana begitu berat, malas, enggan untuk menulis. Lalu, apa yang dapat dilakukan? Tetaplah menulis. Toh, nanti hal tersebut dapat diperbaiki jika terlampau melenceng dan kurang baik. Yang lebih penting adalah menjaga ritme serta konsistensi dalam menulis. Dikarenakan menulis, sama seperti keterampilan lainnya, sesuatu yang perlu diasah terus-menerus.

Dengan konsistensi menulis itu, selain secara teknik, secara mental pun akan terbiasa – untuk menulis dalam ragam kondisi.

Merutinkan menulis juga perlu berlapang dada, bila mendapatkan masukan. Bisa jadi karena ego, maka cenderung enggan untuk menerima kritik, saran. Apalagi ada perasaan telah menghabiskan sekian banyak waktu, tenaga, pikiran, untuk menulis. Namun, kritik, saran tersebut, mari ditelaah, ditimbang dengan kepala dingin, hati lapang, bisa jadi hal tersebut tepat adanya.

Proses memperbaiki, membongkar tulisan, merevisi tulisan, bisa jadi melelahkan pula, baik secara waktu, pikiran, dan mental. Maka siapkan juga waktu, tenaga, pikiran, mental, untuk hal tersebut. 

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd