Menciptakan Karakter Superhero
Arifin
Adakah Anda sedang merancang, meracik, menciptakan karakter superhero dalam cerita? Apa yang diungkap oleh Stan Lee berikut dapat menjadi pertimbangan.
“Hal terpenting dalam superhero pada awalnya adalah kekuatan super mereka. Setelah Anda mendapatkannya, semuanya akan mengikuti,” ujar Stan Lee yang menciptakan sejumlah superhero termasyhur seperti Spider-Man, Iron Man, X-Men.
Bila merujuk pernyataan Stan tersebut, maka kemudian dapat digunakan logika penceritaan yakni awal semula superhero mendapatkan kekuatan super tersebut. Cobalah diingat dari sejumlah superhero (adiwira) bagaimana cara mereka mendapatkan kekuatan itu.
Dari situ cerita pun dapat bergulir, seperti adaptasi terhadap penggunaan kekuatan super tersebut. Kekuatan dapat menggoda, di sisi lain dapat menghasilkan kebermanfaatan bagi orang banyak. Maka masuklah quote legendaris berikut, “With great power there must also come great responsibility.”
Meski memiliki kekuatan super, tak berarti para adiwira tak memiliki masalah pribadi. Bila mengambil sampel kasus Spider-Man, maka ada masalah cinta, pencarian jati diri remaja, pembagian waktu serta masalah ekonomi (Spider-Man versi Tobey Maguire cukup menyoroti hal ini).
Masih terkait “penciptaan superhero” dalam cerita, yang perlu dipertimbangkan berikutnya perihal kostum yang dikenakan. Adakah sang jagoan memerlukan topeng, warna yang tertera pada kustom, serta filosofi yang dimaksud. Yuk, mari diingat-ingat tentang kustom para superhero yang ada, yang ternyata menjadi anyaman cerita seru pula.
“Penciptaan superhero” dalam cerita, juga bisa mempertimbangkan kelemahan sang jagoan. Kelemahan itu dapat berupa benda tertentu ataupun sisi rentan yang dapat dieksploitasi oleh para antagonis. Contohnya Kryptonite pada Superman. Sampel lainnya bisa berupa identitas sang pahlawan yang terungkap dan terkuak, sehingga tokoh jahat dapat membidik lingkar terdekat superhero.