Apakah Segala Yang Kita Khawatirkan, Benar Akan Terjadi?
Arifin
Tiba di penghujung 2023, berbagai evaluasi, serta prediksi untuk masa mendatang diujarkan. Berbagai prediksi yang bisa jadi membuat kecut hati dan diri. Khawatir tentang masa mendatang merupakan hal yang lumrah. Timbul pertanyaan, apakah segala yang kita khawatirkan, benar akan terjadi?
Mari berfokus pada apa yang dalam rentang kendali dan dapat kita lakukan. Berikan yang terbaik secara ikhtiar dan tawakal pada apa yang bisa kita lakukan tersebut.
Seperti diketahui, ada banyak hal yang di luar kendali diri kita, namun dampaknya dapat berekses pada diri. Yang bisa dilakukan terhadap hal-hal di luar kendali diri yakni dengan menyiapkan persepsi yang tepat. Termasuk melihat masalah dan mengupayakan solusi.
Segala yang dikhawatirkan sesungguhnya belum tentu menjadi fakta dan kejadian. Bisa jadi itu merupakan kecemasan, kepanikan di pikiran kita. Definsikan masalah itu, apakah telah nyata terjadi atau baru perkiraan. Bila masalah itu benar kejadian, pikirkan apa yang bisa dilakukan, mengupayakan solusi.
Diri juga bisa bersiap, termasuk menyimulasikan bila skenario terburuk terjadi. Namun, tak sekadar pada hal buruk atau masalahnya saja, namun bertindak antisipatif, bila benar skenario terburuk itu terjadi, apa yang bisa dilakukan? Solusi apa yang dapat diupayakan jika skenario suram itu benar-benar kejadian. Jadi, ada makna antisipatif, solutif.
Di sisi lain, diri juga dapat balik bertanya, “Gimana kalau justru hal terbaik yang terjadi?” Dengan mengajukan pertanyaan tersebut dapat menjadi “penawar” bagi overthinking, keresahan. Coba dipikir-pikir, adakah segala macam kekhawatiran di pikiran pada masa sebelumnya benar-benar kejadian? Kerap kali itu hanya ada di pikiran saja. Dan lihatlah bagaimana diri bisa survive hingga sekarang.
Kekhawatiran tentang hari mendatang memang perlu disikapi dengan proporsional. Siapkan harapan secukupnya. Siapkan kecemasan secukupnya.